Zhang: “Inter Salah Satu Tim yang Miliki Struktur Paling Terorganisir di Eropa. Ingat Kala Ausilio Menjelaskan Kepadaku…”

La Gazzetta dello Sport kemarin merilis wawancara mereka dengan presiden Inter, Steven Zhang yang menceritakan situasi klubnya saat ini pasca memenangkan gelar Scudetto pertamanya bersama Suning. Zhang tak menutupi kebutuhan Inter saat ini pasca pandemi COVID-19 yang berdampak besar kepada keuangan klub yakni dengan harus melakukan pengorbanan untuk memberikan stabilitas kepada klub.

Namun demikian, ia menekankan jika hal ini sama sekali tak bermaksud untuk mengurangi ambisi besar yang coba terus dijaga dari musim ke musim, terutama untuk bisa tampil baik di level Eropa yang gagal dibuktikan Inter selama beberapa musim terakhir.

Presiden, lima tahun usai Suning mengakuisisi Inter, trofi Scudetto akhirnya mendarat di lemari gelar klub…

“Menjadi sebuah kebanggaan besar untuk bisa meraih target ini, sebelas tahun usai gelar Scudetto terakhir yang dimenangkan tim ini dan juga sekaligus memutus rentetan kemenangan Juventus selama sembilan tahun terakhir. Ini adalah salah satu impian kami kala mengakuisisi Inter. Sebuah kepuasan luar biasa dari dalam hatiku dan karena hal ini, saya berterima kasih kepada tim, pelatih dan staf atas upaya mereka ini yang memberi kegembiraan kepada para fans yang sudah menunggu hal ini untuk waktu yang lama.

Mampu mewujudkan itu di situasi yang sulit seperti saat ini menjadi nilai tambah tersendiri. Kami sadar dengan berapa besar upaya yang kami kerahkan untuk mewujudkan itu. Kerja keras kami terbayarkan dan saat ini kami tahu jika Inter memiliki kemampuan dan kualitas untuk menang dan melanjutkan perencanaan yang solid dan memuaskan di masa depan.”

Bagaimana Anda merangkum lima tahun perjalanan bersama Inter saat ini?

“Hal yang sangat ingin saya soroti adalah bagaimana struktur dari klub yang terus berkembang dari tahun ke tahun. Jelas memiliki pelatih dan pemain hebat yang pernah bekerja bersama Inter menjadi hal yang penting, namun ini adalah konsekuensi langsung dari perkembangan klub ini yang sudah mendatangkan para profesional di setiap sektor dan menemukan para direktur hebat. Struktur yang dimiliki Inter saat ini adalah salah satu yang terbaik dan paling terorganisir di Eropa. Ini adalah kebanggaan terbesarku. Dan dengan memiliki struktur yang solid seperti ini juga memudahkan pekerjaanku sebagai presiden.”

Terlepas status Anda sebagai pemilik asing, namun struktur manajemen Inter dihuni dari orang-orang asli Italia yang Anda percayai…

“Kami sama sekali tak memandang kewarganegaraan mereka ketika kami memilih mereka. Bagi kami yang terpenting adalah kualitas dari orang-orang ini. Sepakbola ini adalah sesuatu yang tak biasa: ketika kami mengakuisisi Inter, saya baru berusia 24 tahun dan tidak tahu sepakbola Italia dan budaya Italia dari dalam.

Saya butuh untuk belajar bagaimana untuk menangani klub Italia, bagaimana mekanismenya, ekspektasi, kultur keolahragaan dan juga sejarah serta DNA dari klub dan sistemnya.

Saya harus menggali dalam untuk bisa menempatkan diriku di dalam dunia Inter dan akarnya yang berada di Milano. Tidak ada orang yang bisa menjelaskan hal ini kepadaku dibandingkan para petinggi klub yang berasal dari Italia.

Saya ingin memberi Anda contoh teknis dan taktis terkait hal ini: Saya harus memahami bahwa sebuah kemenangan, secara historis di Italia dibangun dari pertahanan yang solid. Saya ingat ketika Piero (Ausilio) menjelaskan kepada saya pentingnya memiliki fondasi yang kuat dan kepuasannya pada saat ini adalah keberhasilan mendatangkan Bastoni, Skriniar dan De Vrij.”

Soal pinjaman dari Oaktree: apakah pinjaman yang mereka berikan membuat situasi di klub menjadi lebih baik saat ini? Atau ini membuka skenario pemilik minoritas baru?

“Dari sisi kami, kami selalu berpikir mengenai proyek jangka menengah hingga panjang dan kami selalu terbuka dengan partner komersial atau finansial yang bisa meningkatkan pendapatan klub dan bisa bersinergi dengan proyek kami demi kebaikan Inter. Ya, proyek jangka menengah setidaknya lima tahun dan jangka panjang mungkin 10 hingga 100 tahun.”

Mengenai Super League yang disebut salah satu upaya menangkal krisis ekonomi di sepakbola…

“Saya pikir masalah ekonomi ini sudah ada sejak sebelum pandemi, namun pandemi ini semakin memperburuk situasi ini. Saya pikir ada kebutuhan untuk menilai kembali sistem dari sepakbola untuk bisa meningkatkan ketertarikan dari generasi baru. Kita harus berinovasi, melihat masa depan. Kita harus mencoba. Jelas semuanya harus dilakukan berdasarkan kesepakatan dengan FIFA dan UEFA. Super League adalah salah satu contoh dari upaya ini.”

Apakah proyek Super League itu masih ada?

“Tidak ada proyek yang tidak disepakati FIFA dan UEFA.”

Mengenai perpisahan dengan Conte…

“Sejak momen pertama kami mengakuisisi Inter, kami berpikir jika Conte akan menjadi pelatih terbaik untuk proyek kami. Dua tahun berselang, kami akhirnya bisa membawanya ke tim ini. Saya masih yakin jika Conte adalah seorang pemenang: karena alasan ini yang mendasari kami berinvestasi besar untuk mendatangkannya dan untuk tim selama dua tahun terakhir.

Pandemi yang terjadi tahun lalu berdampak besar kepada pendapatan kami, namun kami memutuskan untuk melanjutkan petualangan bersamanya, fokus melewati musim yang kami yakin bisa kami menangkan. Keputusan itu terbukti benar. Namun sekarang, kami tidak boleh salah dalam menilai situasi dengan melakukan penghematan yang mengarah pada keseimbangan anggaran di masa depan. Kami harus mengurangi biaya dan mengendalikan risiko.

Jelas hal ini berdampak pada strategi di bursa transfer. Perbedaan pandangan ini yang berujung pada perpisahan. Conte pelatih top, namun sebagai presiden, saya harus berpikir tentang kesolidan klub.”

Lukaku akan tetap menjadi simbol Inter musim depan?

“Saya pikir tidak tepat atau elegan hanya membicarakan satu pemain untuk menjadi citra dari sebuah klub. Sepakbola itu dimainkan oleh 11 pemain dan ada banyak hal yang berkontribusi dalam hasil yang diraih. Mereka berjuang untuk target yang sama. Scudetto yang kami menangkan berhasil kami mewujudkan dengan berjuang bersama-sama dan bukan berkat segelintir individu pemain saja. Namun saya bisa katakan jika Romelu memiliki kepribadian yang kuat: ia sosok pemain hebat dan juga memiliki hati yang luar biasa. Ia juga mendapatkan rasa hormat dari rekan-rekannya.”

Source: GdS

3 thoughts on “Zhang: “Inter Salah Satu Tim yang Miliki Struktur Paling Terorganisir di Eropa. Ingat Kala Ausilio Menjelaskan Kepadaku…”

  • June 8, 2021 at 07:19
    Permalink

    Gak suka aku sama anak ini. Bohong semua kluarga nya

    Reply
  • June 8, 2021 at 08:15
    Permalink

    Saya butuh untuk belajar bagaimana untuk menangani klub Italia, bagaimana mekanismenya, ekspektasi, kultur keolahragaan dan juga sejarah serta DNA dari klub dan sistemnya.

    ya kau sudah belajar ZHONKKK….dan DNA mu tidak cocok untuk jadi pemilik klub sebesar inter dan klub pemenang SCUDETTO, sudah ZHONKKK OUT saja kau !!!!

    Reply
    • June 8, 2021 at 11:40
      Permalink

      Nanti kalo zamg cabut, trus pemilik barunya pelit, nangessss

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *