Zhang: “Perbedaan Pandangan dengan Conte Berujung Pada Perpisahan. Scudetto Musim Depan? Nikmati Dulu Gelar yang Kita Menangkan Saat Ini”

Presiden Inter, Steven Zhang semalam berbicara kepada Sky Sport membahas mengenai penunjukkan Simone Inzaghi sebagai suksesor Antonio Conte dan kembali menekankan soal perlunya pihak klub untuk menekan pengeluaran mereka di musim baru mendatang:

“Tak butuh waktu lama untuk melihat jika Simone adalah pelatih yang selaras dengan klub ini. Anda akan mengerti hal ini ketika berbicara dengannya. Di saat bersamaan, ia sudah menunjukkan dari tahun ke tahun jika dia adalah pelatih berkualitas dan memiliki pengalaman, mampu bersaing baik di Italia dan Eropa dan akan mampu membuat tim kami tetap kompetitif yang menjadi hal yang kami inginkan. Simone tahu apa yang menjadi proyek kami dan kami sangat gembira memiliki dirinya di sini dan berharap kami bisa menang bersama.

Simone adalah pelatih muda, dengan potensi besar dan cocok dengan bentuk dari tim kami. Saya berharap para fans memberinya waktu dan dukungan di saat kami bersiap melanjutkan jalur kemenangan dan untuk bisa terus menjadi lebih kompetitif dari tahun ke tahun dan untuk bisa memenangkan lebih banyak laga lagi.”

Zhang secara tersirat mengonfirmasi jika pihak klub butuh mengumpulkan capital gain yang besar, di mana beberapa media menyebut Inter butuh sekitar 100 juta euro melalui penjualan pemain pada musim panas mendatang. Seperti yang diketahui, Achraf Hakimi menjadi pemain yang disebut akan dikorbankan oleh I Nerazzurri

“Secara spesifik, target kami adalah untuk menekan pengeluaran dan terus membangun tim bersama dengan pelatih. Kami ingin agar tetap kompetitif, namun di sisi lain kami juga membutuhkan pendapatan dari bursa transfer mendatang. Kami kehilangan pendapatan yang tak sedikit akibat dari laga yang digelar tanpa penonton dan juga dari aspek lain, seperti terganggunya kegiatan komersial. Bursa transfer menjadi salah satu cara untuk menebus kerugian tersebut. Karena hal ini, pengeluaran harus benar-benar dikurangi.

Penting untuk bersaing di level tertinggi baik di Italia maupun di Eropa. Di Eropa untuk klub seperti Inter, penting untuk bisa bersaing di level ini tidak hanya dalam hal olahraga tetapi juga untuk alasan ekonomi.”

Mengenai keputusan berpisah dengan Antonio Conte…

“Sejak momen pertama kami mengakuisisi Inter, kami berpikir jika Conte akan menjadi pelatih terbaik bagi proyek kami dan dua tahun lalu, kami akhirnya berhasil memabwanya ke sini. Saya masih yakin jika Conte adalah seorang pelatih pemenang dan karena alasan itu, kami berinvestasi besar untuknya dan tim selama dua tahun terakhir.

Namun kembali lagi, pandemi ini benar-benar sudah memukul pendapatan kami dengan keras pada musim panas lalu, namun kami tetap melanjutkan petualangan bersamanya, berkonsentrasi penuh melewati musim yang kami yakini bisa kami menangkan. Terbukti, itu adalah keputusan tepat. Namun sekarang kerugian yang ditimbulkan pandemi sangat besar dan kami berpikir satu-satunya solusi melewati situasi ini adalah dengan memangkas pengeluaran. Jelas, hal ini juga mempengaruhi strategi transfer kami.

Perbedaan pandangan terkait situasi ini berujung pada perpisahan ini. Hal yang dianggap tak mendasar bagi dirinya, justru menjadi hal yang mendasar bagi klub. Pun sebaliknya. Conte adalah pelatih top, namun sebagai presiden, saya harus berpikir tentang kebaikan dari klub ini.”

Soal isu penjualan klub…

“Pada Januari lalu, jelas rasanya jika Inter dalam situasi membutuhkan. Kami mengevaluasi berbagai opsi dan memilih satu yang cocok dengan strategi keuangan kami untuk jangka menengah hingga panjang. Namun tidak pernah ada tawaran untuk membeli klub dan kami mencari sesuatu yang lain. Di masa pasca pandemi ini, tidak mudah menemukan investor yang mau berinvestasi di sepakbola yang merugi dari tahun ke tahun. Target kami saat ini adalah menemukan keseimbangan finansial dengan mengurangi biaya, jika tidak, kami tidak akan pernah dapat menemukan investor baru.

Mencari pemilik saham minoritas baru? Kami selalu memikirkan target jangka menengah hingga jangka panjang dan kami selalu terbuka untuk menemukan partner komersial dan keuangan baru yang dapat meningkatkan pendapatan dan sejalan dengan proyek kami demi kebaikan Inter.”

Soal keuangan klub…

“Memiliki stadion baru sangat penting tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan tetapi juga dapat memberikan soliditas keuangan kepada klub melalui sponsor dan kerja sama komersial.

Kami membutuhkan capital gain yang besar di akhir jendela transfer mendatang, namun kami juga ingin mempertahankan tim yang kompetitif sehingga bisa bersaing di Liga Champions dan dan kembali lolos ke kompetisi ini musim depan karena kami ingin stabil berpartisipasi di kompetisi di antara klub-klub besar Eropa ini.”

Mempertahankan Scudetto musim depan?

“Tidak akan mudah karena ada 6-7 tim yang bersaing untuk gelar tersebut. Untuk saat ini, mari kita nikmati saja apa yang telah kita menangkan ini.”

3 thoughts on “Zhang: “Perbedaan Pandangan dengan Conte Berujung Pada Perpisahan. Scudetto Musim Depan? Nikmati Dulu Gelar yang Kita Menangkan Saat Ini”

  • June 6, 2021 at 19:09
    Permalink

    Haia….

    Wo olang pelcaya inter bisa makin kuat o…
    Tapi lu olang jangan asal buang ato jual pemain top la… Awas sampe lu olang oblak ablik pemain kunci, owe doain lu olang yg dioblak ablik sama culpa nod.

    Reply
  • June 6, 2021 at 20:21
    Permalink

    Akhirnya ngomong juga si ZHONKKK..

    biasa lip service bahasa diplomatis…

    PRETTTTT…(Mencari pemilik saham minoritas baru? Kami selalu memikirkan target jangka menengah hingga jangka panjang dan kami selalu terbuka untuk menemukan partner komersial dan keuangan baru yang dapat meningkatkan pendapatan dan sejalan dengan proyek kami demi kebaikan Inter)

    kenapa gak dilepas aja sahammu, eh malah ambil hutangan, dalam 2 tahun porotin pemain inter baru gak bisa banyak hutang dan diambil alih OAKTREE…strategi bagus ZHONKKK…

    untung ngomongnya DIPLOMATIS…kalau gak MOSI TIDAK PERCAYA KE owner INTER makin besar…
    MAROTTA mungkin yang bisa buat Inter lebih survive

    Untuk saat ini, mari kita nikmati saja apa yang telah kita menangkan ini.” YA IYALAH tim juara mau kau kebiri ZHONKKK…ya itu akibat ulahmu ZHONK dan SOON ing…

    seandainya belum bisa scudetto lagi semoga ada tim juara baru, minimal ROMA, ATALANTA, NAPOLI deh jangan sampai jadi liga PANITIA SERI A lagi…

    Reply
  • June 7, 2021 at 01:27
    Permalink

    pernyataan yg tidak meyakinkan para fans.
    pernyataan semu yg menurunkan semangat para fans utk laju musim depan, seperti “udah ya, musim depan ngga apa apa pake skuat seadanya, skuat sisa, kan pelatihnya sama sama 3-5-2, aman laah mudah mudahan. sukursukur juara lagi, yg penting konsisten masuk UCL dulu. kan udah gw musim ini udah gw kasih scudetto, ya cukup dong, nikmatin gih”

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *