De Zerbi: “Kami Layak Dapatkan Penalti”. Juga Sampaikan Ketidakpuasannya Inter yang Bermain Bertahan

Pelatih Sassuolo, Roberto De Zerbi tak puas dengan kepemimpinan wasit Massimiliano Irrati dan juga mengkritik Inter yang bermain bertahan menghadapi timnya pada laga yang berkesudahan 2-1 untuk kemenangan tim tuan rumah:

“Menjadi hal yang menyakitkan ketika Anda mampu bermain seperti apa yang kami tampilkan tadi, namun pulang dengan tangan hampa. Kami mungkin harusnya bisa berbuat lebih di babak pertama.

Insiden di kotak penalti (tarikan baju Raspadory oleh De Vrij)? Saya pikir itu adalah penalti untuk kami. Saya tidak menyukai wasit Irrati karena setiap kali ia memimpin laga yang kami mainkan, ia selalu tidak dalam kondisi terbaiknya. Saya sama sekali tak menyukai pendekatan yang ia lakukan sepanjang laga ini, dari awal hingga akhir.”

De Zerbi juga mengkritik pendekatan yang dilakukan Inter di laga kali ini dengan bermain bertahan…

“Penguasaan bola tak ada gunanya ketika Anda tak bisa membuat tembakan ke gawang, namun kami masih bisa mencatatkan 15 percobaan berbanding enam oleh Inter. Mungkin hal yang saya kritisi adalah para pemainku yang tak menutup celah bagi Ashley Young saat mengirimkan umpan, walaupun Lukaku di momen itu melakukan hal yang sangat baik.

Orang-orang selalu bicara soal pentingnya keseimbangan, namun keseimbangan berarti mendominasi penguasaan bola, tanpa kebobolan banyak serangan balik, sebuah hal yang menimpa kami di laga ini. Keseimbangan bukan hanya bertahan dengan 10 pemain.”

10 thoughts on “De Zerbi: “Kami Layak Dapatkan Penalti”. Juga Sampaikan Ketidakpuasannya Inter yang Bermain Bertahan

  • Avatar
    April 8, 2021 at 12:28
    Permalink

    Berisik!!
    Kalah ya kalah, kok nyalahin strategi tim lain..

    Yang diliat “foul” nya DeVrij doang wakakakakak! Handball pemain lu piye??!! Ngeliatnya jangan pake kacamata kuda makanya :)))

    Reply
  • Avatar
    April 8, 2021 at 12:49
    Permalink

    Itulah pentingnya strategi permainan..tiap laga punya strateginya sendiri dan inter paham menerapkan hal tersebut..
    Barisan pertahanan inter sangat solid..setiap kehilangan bola..langsung dengan cepat inter menutup pergerakan lawan mulai dr penyerang sampai pemain bertahan..itulah namanya kerja tim dan saat menyerang dengan cepat bola disodorkan ke depan dimana pemian lawan blm siap..
    Forza inter

    Reply
  • Avatar
    April 8, 2021 at 13:17
    Permalink

    kiper lu vs young d awal laga pantas kartu merah, pura2 lupa lu??

    Reply
  • Avatar
    April 8, 2021 at 14:48
    Permalink

    Taktik bertahan saat sudah unggul ya hal yg wajar to mas…

    Reply
  • Avatar
    April 8, 2021 at 16:36
    Permalink

    Klo sasulo menyerang ya inter bertahan…makanya klo main jangan nyerang mulu biyar inter yg nyerang aja..
    main bertahan aja bisa cetak 2 gol..apalagi klo nyerang bisa hancur sasulo…

    Reply
  • Avatar
    April 8, 2021 at 18:11
    Permalink

    pelatih ini layak megang tim besar. Dia masih bisa berkembang

    Reply
  • Avatar
    April 8, 2021 at 18:27
    Permalink

    Jamgan komplain sama team lawan yang bertahan, tapi komplain sama pemain lu yg nyerang nya ecek ecek…
    Bertahan aja bisa menang apa lagi inter main dengan gaya menyerang dengan pertahanan lu yg ecek ecek..

    Reply
  • Avatar
    April 8, 2021 at 20:25
    Permalink

    Gw stuju sama de zerbi…harusnya dihapus posisi kiper…bek dan gelandang…jd 11 orang penyerang smua…trus kl udah nyerang gk boleh bertahan…wkwkwk…

    Reply
  • Avatar
    April 8, 2021 at 23:51
    Permalink

    Mgkn do’i waktu pemainnya handsball dia lagi boker di toilet apa ya.. Jadi dia kagak liat..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *