“Sensi Harus Tinggalkan Inter. Ia Pemain Berkelas yang Bisa Menjadi Level Xavi dan Iniesta”

Mantan pelatih Stefano Sensi, Fernando De Argila berbicara kepada TuttoSport mengomentari situasi mantan anak asuhnya tersebut di Inter saat ini. Ia memberi saran kepada Sensi untuk meninggalkan Inter dan Italia:

“Sensi sudah menjadi pemain kelas dunia ketika saya mengenalnya di usia 15 tahun, seorang pemain yang bisa menjadi pemain seperti Xavi dan Iniesta. Jika Sensi adalah orang Spanyol, dia tidak akan pernah bermain denganku di divisi tiga. Ia akan langsung bermain di kasta tertinggi dan memberi dampak langsung.

Wajar ia ingin merengkuh kesuksesan bersama Inter saat ini, namun untuk masa depannya, menjadi hal terbaik baginya untuk meninggalkan tim ini dan juga Italia. Ia harus pergi ke liga di mana orang-orang ingin bermain sepakbola dan ia bisa mencatatkan 250 sentuhan bola per laga.

Stefano lebih baik dari yang kalian bayangkan. Lihat statistiknya bersama tim nasional Italia: ia mengemas tiga gol kurang dari 600 menit bermain.

Melihat kita berbicara tentang Xavi dan Iniesta, saya ingin menambahkan satu hal: jika ia bermain secara konsisten di sebuah liga yang bukan Serie A, saya pikir ia bisa mencapai level yang sama dengan Iniesta dan Xavi dan menjadi pemenang Ballon d’Or. Poinku adalah waktu terus berlalu dan tak mungkin bisa diputar kembali: penting bagi dirinya bermain di luar Italia di mana ia memiliki kesempatan untuk menunjukkan apa yang bisa ia lakukan.

Stefano memiliki mental yang kuat. Saya ingat satu momen kala ia mempermalukan seorang pemain berpengalaman dengan melakukan ‘nutmeg’ dan ia kemudian langsung diancam oleh si pemain yang menyebut akan mematahkan hidungnya andai ia kembali mencoba hal itu kepadanya.

Saya katakan kepadanya untuk melakukan hal itu lagi begitu kesempatannya ada dan Sensi sama sekali tak merasa terintimidasi.”

14 thoughts on ““Sensi Harus Tinggalkan Inter. Ia Pemain Berkelas yang Bisa Menjadi Level Xavi dan Iniesta”

  • Avatar
    April 7, 2021 at 11:29
    Permalink

    Oke lah mental kuat, tapi fisik ga mendukung cidera mulu gimana mau dimainin?

    Reply
  • Avatar
    April 7, 2021 at 11:41
    Permalink

    Ini mantan platih trlalu brlebihan nguasnya… Lihatlah realita klu sensi trlalu srg cedera n skali cedera lama baru sehat kmbali… Timnas cm tinggal mnikmatin hasil dr usaha tim medis n physio klub untuk mngmbalikan kbugaran sensi…

    Reply
    • Avatar
      April 7, 2021 at 15:50
      Permalink

      Mirip kayak kasus nya rafinha. Pemain bagus tapi rentan

      Reply
    • Avatar
      April 7, 2021 at 18:06
      Permalink

      Log aku lihat dari omongan mantan platih sensi ini lucu… ia hrs pergi keliga lain di mana orgĀ² ingin bermain sepak bola ,apa selama ini sensi tdk main sepak bola dan intermilan bukan klub sepak bola oiya… mungkin inter club catur x ya, emg semua org mengakui log sensi pemain bgus dan saya pribadi juga mengakui log sensi pemain bgus dn sllu membawa pembeda disaat ia main, pi lihat dulu mental boleh bgus pi log cedera mulu buat apa,bayangkan saja 6 bulan terakhir ini saja di hantam cedera bhkn yg terakhir cuma main 1x waktu inter menang telah 5:2 lawan benevento 30 september 2020 yg lalu,sisa nya cedera mulu bhkn latihan aj cedera ,disaat baru sembuh di ambil timnas ,timnas cuma enk ny saja pi yg menanggung semua kesusahan klub intermilan seharus nya log bicara pkai otak nalar udh gk berlaku menurutku

      Reply
  • Avatar
    April 7, 2021 at 12:05
    Permalink

    Stefano memiliki mental yang kuat, tapi miliki otot yang lemah.
    Pelatih rendah nalar.

    Reply
  • Avatar
    April 7, 2021 at 12:19
    Permalink

    Yg penting jgn mudah cidera..fisik harus diperkuat..makanya pelatih fisik inter terus menggembleng sensi agar fisiknya tdk terlalu sensitif..baru merekomkan ke conte untk siap dimainkan..
    Lha ini malah keburu dibawa oleh timnas..untung gk ada masalah berarti..
    Sy yakin klo kondisi sensi bugar..dia akan menjadi pembeda di tim..mengalahkan eriksen

    Reply
  • Avatar
    April 7, 2021 at 12:46
    Permalink

    Buktikan dulu dengan meraih kesuksesan di Inter, kalau ke klub di luar liga italia, malah kemungkinan flop nya lebih tinggi, karena sensi asli italia, jadi bisa lebih mudah adaptasi dan sukses di klub dan timnas sekalian. Kultur bermain di italia lebih cocok untuk jadi pemain penting di timnas. NExt kompetisi, banyak laga yang dilakoni, klub hebat dan juara wajib memiliki minimal 22 pemain pembeda dan juara, jadi pasti ada kesempatan dan rotasi bila memang bugar dan skill mumpuni. Kalau sudah sukses dan meraih banyak trophy di Inter barulah bisa dipertimbangkan pindah ke Madrid, Barcelona, PSG, Manchester City, dll…Buktikan dulu arjen robben yang diberi gelar pemain “manusia kaca” aja udah banyak dapat trophy, jadi saat buktikan kemampuanmu dan bangkit kembali sensi…

    Reply
  • Avatar
    April 7, 2021 at 17:31
    Permalink

    Makanya si konte jan di protes skrng dicadangin mulu kan alesan kebugaran.. nurut ae kek si king5 mw maen buluk pun dipake mulu

    Reply
  • Avatar
    April 7, 2021 at 19:34
    Permalink

    Singkatnya sensi cocok di liga spanyol, emang sih … Dia di liga ifaly yg pressing ketat aja bagus apalagi di spanyol yg bebas berkreasi.

    Reply
  • Avatar
    April 7, 2021 at 20:05
    Permalink

    Sensi emang bagus sayang rentan cedera..fix itu masalah dia..klo soal skil oke lah emang bisa setara xavi iniesta

    Reply
  • Avatar
    April 7, 2021 at 20:47
    Permalink

    Cidera hanya alasan yg dibuat2…
    Nyatanya di timnas ga knp2 dan baik2 aja..

    Reply
  • Avatar
    April 8, 2021 at 01:11
    Permalink

    Sebagus apapun skill pemain jika rentan cedara gak akan ada tim besar yg mau melirik…. Paham !!!

    Reply
  • Avatar
    April 9, 2021 at 01:54
    Permalink

    Pergi ke liga dimana orang orang ingin bermain bola ??
    Gak lain gak bukan Indonesia lah tempat nya..
    Yakin si kaki kaca ini langsung gantung sepatu karna cedera…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *