Perisic, Kepingan yang Hilang yang Sudah Lama Dicari Conte. Eriksen? Bantu Tim Ini Bermain Baik

Kebangkitan Ivan Perisic dan Christian Eriksen di paruh kedua musim ini seakan menjadi dua pembelian baru bagi Antonio Conte. Keduanya sama-sama memberi kontribusi yang sangat positif yang dibuktikan dengan penampilan mereka sejak awal tahun 2021 ini.

Bahkan La Gazzetta dello Sport melabeli Perisic sebagai kepingan yang hilang yang sudah lama dicari Conte di sektor sayap kiri Inter. Sayap asal Kroasia ini memang mengalami kesulitan yang nyata bermain sebagai bek sayap. Namun Conte tak henti-hentinya meyakinkan runner up Piala Dunia 2018 tersebut jika ia memiliki potensi dalam dirinya yang tak ia sadari untuk bisa memainkan peran tersebut. Dan saat ini, upaya Conte tersebut membuahkan hasil. Perisic menjadi andalan Inter di sektor sayap kiri seiring konsistensi penampilannya selama beberapa pekan terakhir yang sangat luar biasa.

Keberhasilan ini membuat Perisic langsung menjadi pilihan utama, menggusur Ashley Young termasuk di laga-laga krusial seperti kontra Lazio hingga Derby Milano bulan lalu.

Sama halnya dengan Perisic, Christian Eriksen juga mendapati momen kebangkitan di paruh kedua musim ini. Gol tendangan bebas di menit akhir ke gawang AC Milan di laga Coppa Italia menjadi pemantik hal tersebut. Sekarang ia tak tergantikan di lini tengah Inter.

Siapa yang menyangka, dirinya yang sudah dilabeli siap dilepas Januari ini oleh CEO Inter, Beppe Marotta di akhir Desember lalu, sekarang menjadi pemain yang tak tergantikan bagi Conte seiring Eriksen yang paham dengan apa yang harus ia kerjakan di peran barunya di lini tengah.

Bahkan jurnalis Fabrizio Biasin dalam artikelnya untuk TuttoMercatoWeb meyakini penampilan apik Inter di beberapa laga terakhir, bukan sebuah kebetulan:

“Inter sekarang memainkan sepakbola yang bagus dan ini bukan kebetulan. Conte berhasil meningkatkan beberapa mekanisme tertentu di dalam tim ini, namun sisanya semua berkat Christian Eriksen yang bermain maksimal dengan dua sentuhan, mampu memberi kecepatan dalam fase menyerang Inter dan juga mampu mengurangi tekanan dan tanggung jawab dari seorang Marcelo Brozovic.”

Kerasnya Conte terhadap Eriksen mulai membuahkan hasil dalam strategi yang ia terapkan. Sekarang ia terus mencoba mengasah kerja sama Brozovic – Eriksen di lini tengah. Ya, kedatangan Eriksen juga berdampak kepada permainan Brozovic dan itu terlihat pada statistik di mana sekarang gelandang Kroasia ini tak terlalu banyak menyentuh bola.

Di laga terakhir kontra Genoa, Brozovic hanya berada di peringkat keenam dalam hal sentuhan bola terbanyak dengan 63 sentuhan, sementara Eriksen di posisi kedua dengan 82 sentuhan. Namun tak terbantahkan jika menyebut Conte akan kesulitan andai Brozovic absen. Ia memiliki karakteristik yang tak dimiliki gelandang Inter yang lain.

Saat ini Brozovic terancam sanksi akumulasi kartu kuning andai sekali lagi mendapat kartu kuning di laga berikutnya, namun di bebera laga terakhir ia menunjukkan kedisiplinan yang luar biasa di mana ia tak sekalipun mendapat kartu kuning di enam laga terakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *