Ex Pelatih Lukaku: “Sejak Kecil Bek Lawan Sudah Mengeluhkan Fisiknya. Saya Paham Kemarahannya Terhadap Ibrahimovic”

Pelatih pertama Romelu Lukaku, Erwin Wosky berkisah kepada TuttoSport mengenai bintang Belgia ini yang menjadi komponen penting skuat Antonio Conte sejak bergabung pada musim panas 2019 dari Manchester United dengan mahar yang memecahkan rekor pembelian termahal dalam sejarah Inter.

Lukaku memulai karirnya di klub amatir Belgia, Rupel Boom di bawah komando Wosky yang menyebut sang pemain memang sudah ‘menghancurkan’ para bek lawan sejak usia dini.

“Pernah satu hari sosok 7 tahun yang dipanggil orang-orang dengan panggilan Romelì ini muncul di sesi latihan. Bahkan kala itu ia sudah memiliki postur yang luar biasa dan menjadi pembeda di lapangan. Kemudian setelahnya di televisi, saya mendengar namanya dipanggil Romelu. Saya berpikir itu sebuah kesalahan, namun ternyata tidak.

Saya menduga ia tak mau memperbaiki kesalahanku dalam pemanggilan namanya adalah sebagai sebuah bentuk kesopanan. Romelu adalah ‘raksasa yang lembut’. Sejak kecil ia sudah memiliki keinginan untuk menjadi pesepakbola profesional seperti ayahnya, Roger. Bakatnya di atas lapangan tak terbantahkan.”

Di laga Derby Milano terakhir, kapten AC Milan, Alessio Romagnoli tampak bergumam mengeluhkan kecepatan yang dimiliki Lukaku dan nyatanya, Big Rom sudah membuat para bek lawan kerepotan sejak ia masih kecil…

“Ya, lawan-lawannya selalu mengeluh soal kekuatan fisik yang ia miliki. Mungkin mereka berpikir Romelu lebih tua dari yang ia klaim. Ia sangat menentukan.

Terkadang saya harus memainkannya dari bangku cadangan karena ia datang terlambat karena mobil sang Ayah tak bisa diandalkan kala itu. Namun ketika ia bermain, ia menghasilkan banyak gol: tiga, empat, lima bahkan enam gol!

Ia tak pernah menentang pilihanku. Ia selalu menghormati rekan-rekannya. Namun ia akan menatapku, tersenyum dan berkata:

‘Bolehkah saya masuk sekarang, pelatih? Saya siap!’

Beberapa detik berselang, ia kembali bertanya: ‘Dan sekarang, bisakah saya bermain sekarang?’ Ah, sebuah kenangan hebat..”

Wosky juga mengaku sangat gembira kala Lukaku menyebut namanya usai menerima penghargaan sebagai “Pemain Belgia Terbaik 2020 yang Berkiprah di Luar Negara Asal Mereka”…

“Saya melihat Romelu berkata kepada Conte: ‘Itu adalah pelatih pertamaku!’

Saya bangga untuk dirinya dan jalan yang sudah ia tempuh. Dalam potongan 30 detik yang tayang di TV tersebut, saya berkata padanya:

‘Dahulu saya lebih tinggi darimu, sekarang segalanya berbeda, namun kau terus membuktikan jika kau adalah pria hebat dalam melakukan segalanya.”

Apakah kau sudah menduga dampak sebesar ini yang diberikan Lukaku sejak berkarir di Serie A?

“Ya dan ia belajar bahasa Italia dengan sangat cepat. Saya yakin ia ingin masuk dalam buku sejarah Inter. Saya berharap ia bisa keluar sebagai pencetak gol terbanyak musim ini dengan mengemas 25-30 gol.”

Bisakah ia memenangkan Ballon d’Or?

“Tentu saja! Sudah cukup dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo! Gelar musim lalu layak diberikan kepada Robert Lewandowski dan Lukaku pantas berada di posisi yang lebih baik. Jika Inter bisa memenangkan gelar liga dan Belgia juara EURO, Romelu memiliki peluang untuk meraih gelar individu paling prestise ini.”

Soal cek-cok Lukaku dengan Zlatan Ibrahimovic di laga Coppa Italia yang lalu…

“Bagi Romelu, ibunya tak boleh dibawa-bawa. Jadi ketika Anda menyampaikan sesuatu yang tak pantas terhadapnya, Romelu akan sangat marah. Ia sangat berarti baginya. Jadi saya bisa mengerti kemarahan Lukaku terhadap Ibra.

Lalu kemudian Lukaku memberi jawaban terbaik dengan performanya di liga. Ia mencetak gol dan Inter menaklukkan Milan dan begitulah akhirnya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *