Suning yang Hanya Ingin Lepas Tak Lebih dari 40% Saham Inter Hingga Jalin Pembicaraan dengan Beberapa Peruhsaan Lain. Perkembangan Terbaru Seputar Penjualan Saham Inter

Beberapa media asing ternama mulai membahas dan mengonfirmasi jika Inter saat ini tengah terlibat negosiasi dengan beberapa perusahaan perihal penjualan saham klub. Yang menjadi pertanyaan banyak orang adalah apakah Suning akan melepas sebagian atau seluruh saham mereka di Inter? Sejauh ini belum ada konfirmasi mengenai hal tersebut.

Ada laporan dari Reuters yang mengonfirmasi Suning tengah terlibat pembicaraan dengan perusahaan investasi asal Inggris, BC Partners. Menurut sebuah sumber dalam laporan mereka mengatakan jika BC Partners nantinya akan lebih menjadi investor keuangan, sementara Suning akan terus mengelola klub dan ingin untuk bisa membeli kembali saham yang mereka lepas ke BC Partners di kemudian hari.

BC Partners terbuka untuk membeli saham minoritas maupun mayoritas di Inter dan saat ini mereka tengah melakukan uji kelayakan teradap keuangan klub dan belum ada keputusan yang akan diambil dalam waktu dekat.

Menurut sumber Reuters lainnya menyebutkan jika Suning ingin menjual saham Inter hingga 40% senilai sekitar 500 juta euro. Suning sendiri saat ini mengantongi 68,5% saham Inter yang ia beli dari Erick Thohir sebesar 270 jua euro pada musim panas 2016 lalu.

Apakah hanya BC Partners yang tertarik untuk bergabung dengan Inter? Laporan dari portal ternama lainnya, Financial Times menyebut jika Suning nyatanya juga menjalin pembicaraan dengan dua perusahaan investasi lainnya yakni EQT Group dari Swedia dan Arctos Sports Partners dai Amerika.

Lebih lanjut Financial Times menyebut jika menurut salah satu sumber yang dekat dengan pembicaraan ini meyebutkan jika Suning terbuka melepas minoritas atau seluruh saham mereka di Inter yang mereka patok bernilai tak kurang dari 900 juta euro. Suning juga sudah menunjuk Goldman Sachs untuk menjadi penasihat.

Yang masih menjadi pertanyaan adalah soal saham yang dimiliki investor Inter lainnya, LionRock Capital: apakah mereka akan menjual seluruh saham mereka atau tidak.

Sementara itu perusahaan investasi asal Swedia, EQT Group menolak berkomentar usai nama mereka mulai dikaitkan tengah melakukan pembicaraan dengan Suning perihal kemungkinan untuk mengakuisisi sebagian saham Inter. Adalah laporan dari Fotbollskanalen yang menghubungi salah satu anggota dari EQT Group yang enggan memberi komentar:

“Kami tak ingin berkomentar terhadap rumor yang beredar. Bagi kami, ini adalah sebuah rumor dan kami tak ingin mengomentari rumor, jadi tak ada yang bisa saya sampaikan. Menjadi sebuah kebijakan kami untuk tak mengomentari hal yang berbau spekulasi.”

Terlepas dari ada dua perusahaan investasi yang dikaitkan dengan Inter, diyakini BC Partners masih jauh unggul di depan untuk bergabung dengan Inter. Laporan dari Sky Sport menyebut BC Parnters akan segera melayangkan tawaran mereka apakah akan menjadi pemegang saham minoritas atau mayoritas ketika uji kelayakan yang mereka lakukan tuntas.

Sementara itu La Repubblica menyebut jika pada akhirnya, saham milik LionRocks sebesar 31,05%-lah yang dilepas, sebuah skenario yang memungkinkan Suning tetap menjadi pemilik mayoritas Inter. Berkaca kepada laporan Reuters, Suning hanya mau melepas saham hingga 40% saja senilai 500 juta euro.

Cerita akan berbeda andai mereka memang ingin melepas 40% saham mereka di Inter tanpa menyentuh saham milik LionRock. Jika opsi ini yang dipilih, itu akan menjadikan Suning nantinya sebagai pemilik saham minoritas di Inter dan ada tiga perusahaan yang mejadi pemilik Inter: Suning, LionRock dan satu perusahaan investasi yang akan bergabung nanti.

Suning jelas tengah mempertimbangkan strategi yang berbeda untuk merekrut investor baru guna bisa menyuntikkan modal segar di Inter, sebuah hal yang saat ini tak bisa mereka lakukan sendiri karena pembatasan baru dari pemerintah China atas investasi luar negeri.

La Repubblica kemudian juga menyoroti pergantian di jajaran manajemen Inter dengan sosok Tim Williams sebagai Chief Financial Officer Inter yang mundur karena alasa pribadi. Menurut La Repubblica, keputusan mundurnya Tim Williams berkaitan dengan potensi penjualan saham di klub. Jika Suning menjual saham ke perusahaan investasi, mitra baru mereka tersebut nantinya berkemungkinan besar akan meminta untuk memiliki perwakilan mereka sendiri di dewan direksi klub.

4 thoughts on “Suning yang Hanya Ingin Lepas Tak Lebih dari 40% Saham Inter Hingga Jalin Pembicaraan dengan Beberapa Peruhsaan Lain. Perkembangan Terbaru Seputar Penjualan Saham Inter

  • Avatar
    January 15, 2021 at 12:09
    Permalink

    Sangat di sayangkan di jual
    Ini gara gara jin ping main batasi investasi luar negeri
    Jangan kan sunning
    Jack ma salah satu orang terkaya di dunia pun di sikat jin ping yang harta nya mau di sita gara gara kritik

    Padahal investasi itu penting
    Bisa membuka lowongan pekerjaan buat warga Italia dan dunia

    Bayangkan jika inter bangun stadion baru, restoran,hotel dan investasi dagang lain nya itu bisa menyerap ribuan pekerja

    Sayang jin ping entah apa di pikiran nya
    Hanya membuat susah dunia

    Reply
  • Avatar
    January 15, 2021 at 12:43
    Permalink

    Smoga gk salah dapat investor..

    Reply
    • Avatar
      January 15, 2021 at 19:32
      Permalink

      35% sunning
      31.5% lion Rock
      sisanya pecahan kecil2 investasi tetap saja si Zhang jadi presiden inter.
      ini kebijakan si jin pink si Jack ma aja dibikin hilang sama jin pink.
      otomatis tdk akan ada pembelian pemain selain opsi pertukaran pemain atau peminjaman dgn opsi mengeluarkan yg gajinya besar yaitu eriksen. dgn cara jual, barter atau pinjamkan dgn menanggung gaji klub yg meminjam.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *