Bellinazzo: “Suning Ingin Jual Inter? Tidak, Mereka Sudah Berinvestasi Besar dan Ingin Rasakan Buah dari Investasi yang Dilakukan”

Masih ada banyak pihak yang bingung soal keriuhan selama beberapa hari terakhir perihal Suning yang disebut tengah mencari partner untuk berinvestasi di Inter yang diklaim beberapa pihak sebagai langkah yang mereka ambil untuk menjual Inter sepenuhnya dengan BC Partners disebut sebagai salah satu yang tertarik.

Pakar keuangan sepakbola dan juga jurnalis Il Sole 24 Ore, Marco Bellinazzo diwawancara oleh FCInter1908.it dan bertanya soal kebingungan yang ada di benak para fans, dimulai dengan pertanyaan mendasar: Apakah Suning ingin menjual Inter?

“Tidak. Sejak mengakuisisi Inter, Suning sudah berinvestasi lebih dari 650 juta euro dan jelas mereka memiliki keinginan untuk terus maju bersama dan untuk bisa melihat buah dari investasi besar yang sudah mereka lakukan sejauh ini. Lebih lanjut, tidak ada dokumen atau indikasi yang dapat mengarah kepada penjualan klub.”

Apakah Inter berada dalam fase krisis keuangan?

“Ada krisis yang sedang berlangsung yang mengkhawatirkan Inter, tetapi masalahnya tidak berbeda pada semua perusahaan besar global. Saat ini, krisis finansial benar-benar terjadi di dalam dunia sepakbola yang sebelumnya tidak pernah terpengaruh oleh situasi ekonomi eksternal dan selalu berhasil lolos tanpa masalah dan terus berkembang.

Konsekuensi operasional dari pandemi menciptakan krisis keuangan dan Inter menghadapi krisis ini dalam situasi yang sangat sulit. Dalam hal ini, sebanding dengan Juventus, tim tengah dalam jalur pertumbuhan yang ditetapkan oleh pemilik untuk mencapai target olahraga tertentu yang terlihat dengan peningkatan nilai gaji.

Malangnya bagi Inter, di saat mereka mencoba mraup buah dari investasi yang sudah mereka lakukan, pandemi datang yang menyebabkan penurunan pendapatan. Hal itu sudah terlihat pada laporan keuangan per 30 Juni 2020 yang lalu di mana Inter mencatatkan kerugian 100 juga euro.

Inter biasanya bisa meraup 40-50 juta euro dari San Siro dan semua semakin buruk dengan kegagalan klub lolos ke babak 16 besar Liga Champions yang membuat klub harus melewatkan sekitar 20 juta euro. Setidaknya ini bisa memberi kita gambaran kesulitan yang tengah dihadapi klub. Ini adalah situasi yang dihadapi secara umum, namun lebih serius dialami oleh Inter karena mereka tengah berada di jalur perkembangan ini.”

Soal obligasi Inter sebesar 375 juta euro yang akan kedaluwarsa pada 2022 mendatang dan soal apakah partner baru Inter nantinya akan membuat klub ini bisa semakin solid…

“Mari kita perjelas hal ini: Inter menempatkan obligasi di pasar, mereka meminta pinjaman dari pasar, dengan nilai penting dan berakhir pada 2022. Obligasi ini umumnya tidak dibiayai kembali mendekati batas waktu, jika tidak, ada risiko kondisi yang lebih buruk.

Setahun atau satu setengah tahun sebelum tenggat waktu, Anda biasanya pergi ke pasar dengan sebuah ‘teaser’ (iklan singkat tentang suatu produk), yang menampilkan situasi keuangan dan rencana masa depan Anda, dengan tujuan untuk mencari subjek, apakah itu bank atau dana ekuitas swasta, yang dapat menawarkan pinjaman ini dengan jumlah yang lebih besar, mengingat kebutuhan akan likuiditas, tetapi mungkin dengan tingkat bunga yang lebih rendah. Singkatnya mendapatkan kondisi yang lebih menguntungkan. Di saat krisis seperti ini, Inter bisa mendapatkan rate yang lebih baik. Bukan tidak mungkin hal itu membuka peluang bagi ekuitas swasta yang memiliki minat besar untuk terlibat dalam sepakbola bisa membeli saham dengan harga yang menguntungkan. Kenapa menguntungkan? Mereka bisa menjual saham yang dibeli tersebut dengan nilai lebih tinggi ketika krisis berhasil dilalui.

Mengingat Inter ada di pasar, pembicaraan eksplorasi telah dimulai dengan berbagai pihak, termasuk BC Partners, meskipun mereka bukan satu-satunya yang mungkin tertarik untuk bergabung tidak hanya sebagai kreditor, tetapi juga untuk memperoleh saham minoritas. Dalam hal ini, negosiasi mungkin akan dimulai baik dengan Suning dan juga LionRock Capital selaku pemegang saham minoritas.

Mungkin kesulitan dari operasi ini ada dalam hal harga saham. Suning faktanya tidak ingin menjualnya. Suning tidak ingin saham mereka di Inter berada di bawah angka 51% yang membuat ada kemungkinan BC Partners mengakuisisi saham minoritas.

Tata kelola ekonomi selalu sangat sulit jika menyangkut China, terutama dalam hubungan antara perusahaan swasta dan pembuat keputusan politik. Sepakbola adalah subjek investasi besar di China beberapa tahun lalu. Sekarang, bagaimanapun, prioritasnya berbeda.

Apakah fakta Suning mencari mitra baru menggambarkan kelemahan mereka?

“Tidak. Ini adalah tanda rasionalisasi investasi dalam sepakbola. Suning harus mendesain ulang prioritas mereka sesuai dengan situasi keuangan baru, tetapi itu tidak boleh dianggap sebagai tanda kelemahan. Mereka sudah mengeluarkan 650 juta euro dalam empat tahun. Ini adalah sebuah investasi penting. Di era Massimo Moratti sekitar 18 tahun, ada lebih dari 1 milyar euro yang diinvestasikan.

Andai Suning menjual Inter saat ini, mereka akan kehilangan banyak uang. Jika besok ada yang datang dengan tawaran 900 juta euro untuk Inter, saya pikir pemilik klub akan mempertimbangkan itu. Namun tak ada satupun perusahaan yang saat ini bisa menawarkan dana sebesar ini untuk Inter dan Suning juga tak ingin mejualnya.”

Jadi calon investor baru Inter berkemungkinan membeli saham minoritas milik Lionock Capital atau bahkan juga mengambil sebagian porsi dari saham Suning?

“Ya, semua bergantung kepada tipe kesepakatan. Yang terpenting, Suning tetap menginginkan mereka yang mengambil kendali tim (tetap sebagai pemilik saham mayoritas). Suning tidak akan pernah menjadikan diri mereka sebagai pemilik saham minoritas usai investasi lebih dari 650 juta euro di klub karena itu akan menjadi kerugian yang amat besar.

Tentu ada banyak dinamika berbeda ketika pembicaraan. Jangan pernah berkata tidak akan. Namun bukti yang ada sejauh ini adalah Suning sudah memberi mandat kepada penasihat keuangan untuk tidak menjual Inter. Tapi mungkin beberapa subjek meminta beberapa penasihat untuk sekadar mengetes tentang kemungkinan mengakuisisi Inter.

Saya mengibaratkannya seperti bursa transfer: ada perbedaan ketika sebuah klub memasukkan pemain dalam daftar jual dan ketika ada tim yang bertanya tentang si pemain. Perusahaan investasi tidak akan masuk ke klub hanya untuk menyuntikkan uang, mereka juga meminta jaminan dalam hal tata kelola dan kontrol perusahaan. Karena alasan ini, di luar sisi uang, akan menjadi negosiasi yang sulit antara BC dan Suning karena seperti yang saya katakan tadi, Suning tak ingin menjual saham mayoritas yang mereka miliki.”

One thought on “Bellinazzo: “Suning Ingin Jual Inter? Tidak, Mereka Sudah Berinvestasi Besar dan Ingin Rasakan Buah dari Investasi yang Dilakukan”

  • Avatar
    January 9, 2021 at 07:44
    Permalink

    jual aja biar dibeli perusahaan negara2 arab

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *