Berni: “Inter Akan Kembali Menangkan Gelar, Namun Sayang Saya Tidak Berada di Sana Sebagai Pemain. Eriksen – Conte…”

Mantan kiper Inter, Tommaso Berni berbicara kepada FCInterNews.it mengenai karirnya bersama I Nerazzurri dan keyakinannya soal Inter yang bisa menang musim ini dan Samir Handanovic masih menjadi salah satu yang terbaik, terlepas dari kritikan banyak orang terhadap penampilannya selama beberapa waktu terakhir:

Gabung akademi klub –

“Saya masih tidak percaya itu. Itu terjadi di musim 1997/98 di saat saya berlatih bersama tim junior di Appiano. Ketika kami selesai latihan, bahkan jika suhu udara di bawahh nol dan ada risiko untuk mengalami demam karena hal itu, saya bersembunyi dibalik papan iklan untuk mengamati Ronaldo, Baggio dan Vieri.”

Bergabung kembali di musim panas 2014…

“Saya bergabung di saat tengah terjadi pergantian kepemilikan klub, jadi ada sedikit kebingungan di sana. Untuk bisa menang, segalanya harus bisa bekerja dengan baik, mulai dari level manajemen. Itu yang membedakan dengan kondisi Inter saat ini yang menjadi sebuah klub solid dan saya yakin, mereka akan kembali menang segera. Namun demikian, enam tahun terakhir tetap menjadi mimpi indah dan merupakan kehormatan bagiku menjadi bagian dari Inter.”

Tak pernah tampil sejak kembali 2014 lalu, namun mencatatkan dua kartu merah…

“Ya, itu salahku. Terkadang semangat berlebih dalam diriku keluar. Saya bisa mengatakan saya menjadi contoh yang buruk dalam episode tersebut, sungguh disayangkan. Apapun itu, saya selalu mencoba memberikan yang terbaik untuk seragam ini.

Faktanya, saya menjadi fans dan juga bagian dari tim ini. Saya merasakan kasih sayang yang luar biasa dari seluruh fans. Mereka mengerti betapa besar kepedulian saya akan tim ini. Mungkin saya tidak bisa mengekspresikannya di lapangan, namun saya melakukan itu di balik layar. Sungguh disayangkan kami gagal memenangkan trofi, namun saya ulangi sekali lagi, Inter akan bisa kembali memenangkan banyak gelar segera.”

Soal laga yang paling berkesan di petualangan keduanya bersama Inter…

“Jelas laga Lazio – Inter dan Inter – Empoli di musim berikutnya (dua laga pamungkas yang menentukan Inter mengamankan tiket ke Liga Champions). Andai ada sutradara yang melihat dua laga ini, mereka akan bisa membuat serial TV yang sukses darinya.

Kami meneteskan air mata karena kegembiraan dan emosi yang luar biasa, yang sangat mengikat seluruh pemain di ruang ganti. Namun untuk Inter, itu harus menjadi hal yang normal. Selain itu, kami juga tidak bisa melupakan kemenangan di laga derby. Sangat disayangkan tentang kekalahan melawan Sevilla di final.”

Soal situasi Christian Eriksen di Inter…

“Dengar, saya pikir menjadi hal yang normal bagi seorang pemain memiliki keinginan untuk selalu bermain untuk membuktikan kualitasnya. Saya juga terus berlatih seakan saya akan dimainkan di akhir pekan. Kemudian ada peran pelatih yang mengambil keputusan berdasarkan apa yang ia percayai demi kebaikan tim.

Bagiku, Eriksen dan Conte adalah dua sosok profesional. Yang dibutuhkan keduanya hanyalah sebuah percikan atau momen. Christian akan melakukannya dengan baik. Jangan lupa bahwa dia adalah pemain yang berasal dari gaya sepakbola yang berbeda. Percayalah padaku, kualitasnya akan mengemuka.”

Menjadi pelapis dari Samir Handanovic…

“Tentu ada keinginan untuk tampil, walau hanya beberapa menit saja di stadion yang dipenuhi para fans. Namun saya tahu apa yang menjadi peranku, jadi tak ada penyesalan.

Bagiku, Samir tetaplah salah satu kiper terbaik. Peran seorang kiper itu rumit. Ia mampu membantu tim ini mengamankan 15-20 poin. Ia masih bisa diandalkan dan sosok kiper yang komplet. Ia selalu bekerja keras untuk bisa berkembang. Menyelamatkan tendangan penalti di banyak kesempatan? Saya berhasil melakukan beberapa penyelamatan di Serie B, namun jangan bandingkan saya dengan dirinya karena Samir adalah monster! Saya belajar banyak darinya.”

Mengenai Radu…

“Untuk saat ini, ada kiper hebat di depannya yakni Handanovic. Ia akan bisa belajar banyak andai ia memperhatikan apa yang dilakukan Samir yang merupakan contoh dari profesionalisme dan Inter. Ia kapten yang sebenarnya. Ia bukan tipe orang yang banyak bicara, namun menampilkannya dengan sikapnya.”

Mengenai Inter musim ini…

“Saya pikir wajar jika performa mereka musim ini terpengaruh karena Inter yang menuntaskan musim lalu baru di bulan Agustus. Itu musim sangat stres dan melelahkan. Namun mentalitas mencoba untuk bisa memenangkan semua kompetisi yang diikuti, kembali.

Bisakah Inter menang musim ini? Ya, musim masih panjang. Inter akan bisa kembali merayakan gelar juara, sayang saya tidak berada di sana sebagai pemain.”

Source: FCInterNews.it

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *