Sky: Perbedaan Empat Laga Perdana Inter Musim Ini dengan Musim Lalu

Inter menderita kekalahan perdana mereka musim ini usai takluk atas AC Milan dengan skor tipis 1-2 di laga Derby Milano perdana musim ini. Inter memulai musim ini memang kurang menjanjikan, terlepas dari dua kemenangan di awal kontra Fiorentina dan Benevento, kemudian harus ditahan imbang oleh Lazio di Olimpico. Sky Sport mencoba membandingkan performa Inter setelah empat laga antara musim ini dengan musim lalu.

Musim lalu, Inter mampu menyapu empat laga perdana dengan kemenangan, mencetak sembilan gol dan hanya kemasukan satu gol. Sementara musim ini, dari empat laga, pasukan Antonio Conte hanya meraih dua kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan. Namun hal yang menjadi sorotan adalah jumlah kebobolan di mana sejauh ini, kubu I Nerazzurri sudah kemasukan delapan gol.

Tentu ada banyak hal yang menyebabkan kenapa Inter kebobolan begitu banyak gol sejauh ini, mulai dari para pemain yang absen (Skriniar dan Bastoni) hingga Kolarov yang hingga saat ini belum bisa tampil pada performa terbaiknya. Ya, bek asal Serbia ini baru berlatih sekitar 10 hari di Appiano Gentile (sebelum laga perdana kontra Fiorentina) dan langsung coba dimasukkan dalam mekanisme tim di mana ia jelas belum terlalu mengetahui tuntutan Conte di lini pertahanan. Lemahnya lini pertahanan ini menjadi hal yang perlu segera dibenahi oleh Conte.

Source: Sky

13 thoughts on “Sky: Perbedaan Empat Laga Perdana Inter Musim Ini dengan Musim Lalu

  • Avatar
    October 18, 2020 at 22:02
    Permalink

    Iya betul rombakan lini pertahanan ini masih blm moncer..selain itu lini pertahanan musim ini dituntut untuk bisa msk ke depan sehingga saat ada serangan balik begitu kedodoran disaat yg bersamaan tdk ada yg mengcover lini pertahanan ditambah lg usia senja koralov yg kecepatan sdh berkurang

    Reply
  • Avatar
    October 18, 2020 at 23:02
    Permalink

    Gr2 covid jadi kacau nih. Ga hanya cedera aja yg ditakutin. Mental pemenang semua jajaran dr atas sampai pemain lagi diuji.

    Defense kita gua anggap layernya ga efektif, jadi itu ga hanya salahnya kolarov aja tapi mekanisme pertahanan nya ga cocok buat bendung striker kelas ibra. Yakali kolarov disuruh jagain ibra sendiri. Predator dia itu. Kalo brozo bisa lebih kompak aja di daerah pertahanan pasti rate gol2 kaya begitu bs diminimalisir.

    Reply
    • Avatar
      October 19, 2020 at 06:03
      Permalink

      Brozo disuruh bantu jaga pertahanan. Tipe males lari gitu kalo pemain lawan kuasain bola atau nusuk dia coba hadang kalo gagal udah dia diam. Gak bakal dia kejar.

      Reply
  • Avatar
    October 18, 2020 at 23:47
    Permalink

    Bener bgt. Cb kalo brozo ga telat cover pasti ga semudah itu ibra jebol gawang..

    Reply
  • Avatar
    October 19, 2020 at 02:06
    Permalink

    musim lalu lini pertahanan mengandalkan duet skriniar,de vrij&bastomi..ntah knp tiba2 musim ini skriniar&bastomi kurang mendapatkan kepercayaan dr conte…akibatnya lini belakang hancurrrrr. dan musim2 sblmnya duet skriniar&de vrij adalah defender terbaik..

    Reply
    • Avatar
      October 19, 2020 at 07:57
      Permalink

      Bastomi bukan kurang mendapat kepercayaan..tp krn wkt pekan pertama cidera terus sekali main lawan lazio..skr kena covid

      Reply
  • Avatar
    October 19, 2020 at 06:06
    Permalink

    Yah namanya juga conte udah sampaikan di awal tidak ada target juara. Hanya berusaha tampil maksimal setiap laga dan liat posisi terbaik di akhir musim ada di posisi mana. Parah sih gw bilang conte ini, mau nya diturutin semua pemain yg dia mau.

    Reply
    • Avatar
      October 19, 2020 at 07:39
      Permalink

      Yakali gaada target juara, gaji dia tertinggi di serie a (12jt). Tertinggi kedua pelatih roma cuma 2,5jt (gaada seperempatnya).

      Reply
    • Avatar
      October 19, 2020 at 08:00
      Permalink

      Elu itu terlalu lugu, lu gak paham yg namanya bahasa retorika!

      Sekelas klopp lu pernah gak liat/baca dia blak2an didpn media akan menjuarai liga inggris??

      Pemikiran org eropa jgn elu samakan sm warga -62 ya tong

      Reply
  • Avatar
    October 19, 2020 at 07:14
    Permalink

    Kalau menurutku sih ini masih proses, dari segi mental, penguasaan bola, taktik dan gaya menyerang nya sdh lebih bagus dari musim lalu, memang untuk pertahanan jauh menurun tapi masih bisa diperbaiki, aku sgt yakin inter musim ini akan dapat tropy, entah scudetto atau ucl, bukankah waktu treble 2010 awal2 inter jg jatuh bangun dg beberapa kali kalah, dan mereka berhasil ngambil pelajaran dari itu

    Reply
  • Avatar
    October 19, 2020 at 08:39
    Permalink

    Berkaca pada 4 laga awal, performa lini belakang berbanding 180 derajat dgn kinerja musim lalu, sepertinya Conte belum menemukan formula yg tepat untuk mengisi slot 3 pemain di depan Handanovic, mungkin hanya De Vrij yg sudah tune untuk sekarang ini. Pada sosok Bastoni sepertinya Conte menaruh harapan untuk menduplikasi permainan seperti Chiellini di Juve dulu, pemain yg fasih memainkan peran bek yg rajin mensuplai bola memalui umpan lambung dengan kaki kiri yg merupakan kaki terkuatnya. Pada jendela transfer baru lalu, nama N’Golo Kante kerap dikaitkan dengan Inter, namun hingga penutupan jendela transfer urung terealisasi, jelas disini Conte sangat menaruh kepercayaan kepada eks kompatriotnya di Chelsea ini. Kante begitu fasih memainkan peran sebagai filter pertama bagi cover jantung pertahanan, seorang pria pendiam yg hanya berfikir 100% tentang sepakbola. Mungkin ada baiknya sambil menunggu jeda musim dingin untuk transfer selanjutnya, Conte bisa memaksimalkan peran Sensi kala masih memperkuat Sassuolo, peran menjadi Deep Lying midfielder guna menjadi tembok pertahanan pertama sekaligus supply pertama dalam penyerangan, walaupun kurang memiliki kecepatan, tapi penempatan posisi nya dan progresi permainannya patut untuk dipertimbangkan, guna memperkaya opsi permainan…

    Reply
  • Avatar
    October 19, 2020 at 14:42
    Permalink

    Bek hebat plus pengalaman yg mengpenghuni malah dibuang yaitu Diego godin,pake bek 3 ketara banget bodohnya lini belakang inter,tpi anehnya masih aja dipertahankan,malah bek model Kolarov dibeli,hadeeh udh ancur tmbah ancur aja Conte Conte ,kan udh tau keliatan 3 laga awal pake 3 bek jd lumbung gol lawan,ini malah masih dipake jg formasi 3 bek,bodooh bodooh

    Reply
  • Avatar
    October 20, 2020 at 10:30
    Permalink

    Uda tau pertahanan keropos,harusnya lini tengah isi pemain yg bs bertahan,yg buat kesel Eriksen gak di percaya,mental Eriksen mental juara coach

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *