Milito: “Derby Milano Pertamaku Paling Berkesan. Berkontribusi dalam Mendatangkan Lautaro? Inter Tim yang Bergerak Paling Cepat”

Legenda Inter, Diego Milito berbicara kepada La Gazzetta dello Sport jelang laga Derby della Madonnina malam ini membahas kenangannya akan laga tersebut:

“Selalu akan membuatmu tak bisa berkata-kata melihat stadion yang kosong dan membayangkan dirimu dalam sebuah laga derby yang besar. Dalam karirku, itu hanya terjadi sekalibersama Godoy Cruz dan itu bukan perasaan yang mengenakkan.”

Milito berkomentar mengenai bagaimana Derby Milano berbeda dari laga-laga lain yang pernah ia lakoni...

“Ya, Derby Milano berbeda dari derby lain yang pernah saya lakoni karena ini adalah laga yang menarik dan mata dunia tertuju kepada laga ini.”

Soal hat-trick di laga Derby Milano…

“Saya masa beruntung pernah merasakan momen itu. Mencetak gol saja sulit. Mencetak tiga gol tentu menjadi hal yang sangat sulit. Lebih lagi andai bisa mencetak tiga gol di laga derby. Namun saya berhutang segalanya kepada rekan-rekanku, karena tanpa mereka, saya tidak mencetak gol sebanyak itu dalam karirku.”

Milito sama sekali tak khawatir dengan beberapa penggawa Inter yang positif COVID-19 dan tak bisa tampil di laga nanti…

“Pada 2010, kami pernah memenangkan derby dalam kondisi 9 lawan 11 pemain. Saya percaya diri terlepas dari banyaknya pemain yang absen, karena Inter memiliki skuat yang bagus dan pelatih dengan karakter yang tepat untuk memotivasi para pemain di situasi seperti ini. Inter akan menemukan dorongan baru dan akan melakoni laga yang hebat.”

Milito ditanya soal Derby Milano mana yang terlintas dalam benaknya kala membahas partai ini…

“Laga derby perdanaku di mana kami menang 4-0. Ada rasa gugup: saya merasa itu adalah sesuatu yang istimewa, sebuah mimpi yang jadi nyata. Saya mencetak gol dari titik penalti dan ya, itu terkenang sebagai salah satu kenangan paling indah dalam karirku.”

Sementara soal kenangan kurang menggembirakan…

“Kekalahan 3-0 di 2011 menghadapi Milan yang kala itu diperkuat Ibrahimovic.”

Milito juga berbicara mengenai Lautaro Martinez…

“Ia hanya butuh waktu untuk ‘meledak’. Ia mampu menunjukkan dengan cepat jika ia adalah seorang pemain berkelas, namun usai setahun di Inter, ia mampu berkembang. Ia menyusuri jalan yang tepat untuk bisa menjadi pemain top, namun kita masih belum melihat ia dalam permainan terbaiknya.

Saya tidak tahu ada berapa banyak saya dalam dirinya. Saya selalu mencoba memberinya saran, namun ia memiliki mentalitas yang tepat. Ia mau mendengarkan dan meyerap informasi dan karena itu ia terus berkembang. Ia menjelma menjadi pemain yang komplet.”

Soal kepindahan Lautaro ke Inter yang jelas berkat campur tangan dirinya…

“Saya tidak melakukan apapun. Saya hanya berkonsultasi karena kedekatan saya dengan Inter. Kedatangannya tak bergantung kepadaku, namun karena talentanya. Semua klub menginginkan sosok sepertinya, hanya saja Inter bergerak cepat untuk memboyongnya.”

Soal ketertarikan Barcelona…

“Saya hanya tahu satu hal: ia bahagia di mana ia berada saat ini. Ketika berbicara dengannya, saya melihat ia bahagia. Ia merasa berada di tempat yang tepat. Namun sepakbola berubah. Pemain top akan selalu mendapatkan tawaran dan keputusan ada di tangannya.”

Milito juga yakin jika Romelu Lukaku membantu Lautaro berkembang lebih jauh lagi…

“Ya, perannya sangat besar dan mereka saling melengkapi dengan sempurna di lini depan. Juga ada Alexis Sanchez yang sangat saya sukai. Ya, Inter musim ini memiliki lini depan yang hebat.”

Mengenai Achraf Hakimi yang disandingkan dengan Maicon…

“Saya tidak suka membandingkan para pemain dari era yang berbeda. Jangan beri mereka beban yang berlebih, namun Inter menemukan seorang bek sayap luar biasa. Bagi para penyerang, sosok seperti Hakimi bagaikan emas.”

Mengenai Arturo Vidal…

“Ya, Conte sudah mengenalnya dan bersama, mereka sudah melakukan dan akan memberikan yang terbaik. Secara teknis dan kepribadian, Vidal bisa menjadi pembeda. Saya melihat skuat Inter saat ini sudah komplet dan dalam. Conte menjadi satu-satunya sosok yang tahu apa yang dibutuhkan timnya. Mari berharap ini menjadi tahun yang bagus. Gap dengan Juve terus diperkecil.”

Soal betapa pentingnya Conte bertahan di Inter…

“Conte telah mempertahankan karakternya, jejaknya, DNA kompetitifnya telah memungkinkannya untuk menang begitu banyak dan itu tidak berubah. Mungkin seiring waktu berlalu, ia bisa sedikit melunak, namun bagi saya ia tetap menjadi pelatih yang tepat untuk menang. Saya senang ia bertahan dan tentu tak masuk akal jika memutuskan merusak hal positif yang sudah dibangun musim lalu.

Apakah skuat Inter saat ini sudah pada level untuk bisa memenangkan banyak trofi?

“Ya, namun hanya kemenangan yang bisa membuat kita melabeli itu. Namun tentu, tim yang ada saat ini perlahan kembali ke level tertinggi.”

Dengan siapa saya ingin berpasangan dengan para pemain Inter yang ada saat ini?

“Saya pernah bermain bersama Lautaro. Mungkin Lukaku dan Sanchez akan menjadi rekan satu tim yang hebat. Messi ke Inter? Anda harus yakin akan itu. Kenapa tidak membayangkannya di Inter, tim yang dibentuk untuk para pemain Argentina di mana ia bisa tetap tampil baik?”

Source: GdS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *