Lukaku: “Saya Tidak Pedului dengan Rekor. Yang Terpenting Bagiku Adalah Kemenangan Tim”

Penyerang Inter, Romelu Lukaku kala berbicara kepada RTBF juga membahas mengenai klaim dirinya yang suka memecahkan berbagai rekor:

“Saya sama sekali tak terobsesi dengan rekor-rekor pribadi. Itu adalah potret yang terekam di benak orang-orang karena fakta saya mulai bermain di usia yang sangat muda. Orang-orang pasti berkata ‘Romelu suka memecahkan berbagai rekor’. Seperti yang saya katakan tadi, orang-orang berpikir demikian karena dipengaruhi fakta saya yang bermain sepakbola di usia yang sangat muda dan sangat konsisten. Namun saya bukan tipe orang yang bangun pagi dan mengetik di Google: ‘Rekor mana lagi yang bisa saya pecahkan?’ Saya tidak peduli. Saya lebih peduli dengan kemenangan tim.

Trofi mana yang kau ingin menangkan bersama rekan-rekanmu di tim nasional?

“Saya ingin memenangkan Nations League bersama Belgia. Itu akan sangat membantu kami dalam persiapan jelang EURO mendatang.”

Soal perang akan tindakan rasisme yang ia dapatkan di Italia. Satu momen yang paling diingat adalah musim lalu kala Inter bertandang ke Cagliari di saat dirinya akan mengeksekusi penalti…

“Jujur saya tidak menyadari itu saat akan menendang penalti, namun setelahnya ketika menyaksikan rekaman video yang beredar… Selain momen itu, juga ada halaman depan sebuah surat kabar tentangku dan Smalling yang membuatku kesal (*Corriere dello Sport sempat merilis cover surat kabar mereka dengan gambar Smalling dan Lukaku dengan judul Black Friday). Hal-hal semacam ini, walaupun terjadi tidak secara langsung, itu bisa mempengaruhimu.

Ya, hal semacam ini bisa terjadi di manapun, termasuk di Belgia terlepas dari label negara yang terbuka akan perbedaan. Di sini bersama tim nasional, kami berasal dari asal usul yang berbeda dan kami bangga akan itu. Kita perlu bekerja bersama orang-orang yang kompeten untuk memerangi fenomena rasisme ini. Saya juga berbicara dengan federasi beberapa waktu lalu. Kebanggaan kami membela Belgia dalam perbedaan harusnya juga tercermin di stadion dan ini adalah tantangan bagi federasi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *