Ramazzotti: “Apa yang Dilakukan Conte Sama Sekali Bukan Hal yang Mengejutkan. Sosok yang Ia Sasar dalam Pernyataannya Kemarin Adalah Marotta”

Jurnalis Corriere dello Sport, Andrea Ramazzotti ikut mengomentari kemarahan yang diluapkan Antonio Conte usai laga kontra Atalanta kemarin kala berbicara kepada Tutti Convocati:

“Ini bukan kali pertama Conte meluapkan kemarahannya dan hal ini sama sekali tak membuatku terkejut. Kita bisa berkaca kepada beberapa pernyataannya sebelumnya, termasuk mengkritisi soal tak adanya manajemen Inter yang menurutnya hadir dalam penentuan jadwal laga (usai lockdown) beberapa waktu lalu (Conte mengeluhkan timnya tak mendapatkan waktu istirahat yang cukup dibandingkan lawan-lawan yang dihadapi).

Memang Conte tak menyebut nama Marotta, tapi ketika CEO Inter tersebut berbicara di depan TV dan melayangkan pujiannya terhadap pelatih, namun berkaca kepada pernyataannya kemarin (Saya tidak suka melihat orang-orang yang baru melompat ke kereta kami (ikut-ikutan) baru di saat ini. Anda harus bersama-sama baik ketika momen baik maupun buruk dan itu tak terjadi di Inter) saya pikir siapa yang ia maksud sudah sangat jelas.”

18 thoughts on “Ramazzotti: “Apa yang Dilakukan Conte Sama Sekali Bukan Hal yang Mengejutkan. Sosok yang Ia Sasar dalam Pernyataannya Kemarin Adalah Marotta”

  • Avatar
    August 3, 2020 at 11:32
    Permalink

    Alah sandiwara apa lagi yang sedang dilakukan parasit ex juperek.. sudah cepat cabut saja dari Inter.
    #simeonepelatihinte
    #forzainter

    Reply
      • Avatar
        August 3, 2020 at 13:20
        Permalink

        Ah media hanya memperkeruh suasana..
        Kinerja Conte sampai saat udah bagus, walaupun ga scudetto, plg ngga team ini sdh jauh berkembang dan sdh punya karakter / mental utk juara..

        #ForzaInter

        Reply
    • Avatar
      August 3, 2020 at 13:07
      Permalink

      Lu sok tau & sok pinter aja njink!

      Reply
  • Avatar
    August 3, 2020 at 11:38
    Permalink

    Yang jelas ai conte tidak ingin disalahkan itu aj..

    Reply
  • Avatar
    August 3, 2020 at 12:05
    Permalink

    Dikit2 main pecat ..udh ada chemistry. Ntr platih baru mulai dri nol (ky spBu) blm tntu sebaik conte.

    Reply
  • Avatar
    August 3, 2020 at 12:27
    Permalink

    Unik sih,dulu conte mundur jg kaya2 gini alesanya,emang belum semapan juve level manajemen inter,terlalu playing victim sebagai korban terus…

    Reply
  • Avatar
    August 3, 2020 at 12:52
    Permalink

    Jelas yang salah om Marotta lah. Gila aja pas penentuan jadwal dia gak hadir, mampus Conte dibuat dikasih jadwal tiap 2 hari.
    Lalu pemain dengan karakter permintaan Conte ada ga yg dikabulin. Kayaknya gada… Yg ada Pelatih dan para pemain yg berusaha sepadu mungkin sesuai arahan pelatih.
    Btw, Inter musim ini dah bagus
    #gorenganmedia
    #forzaInter

    Reply
    • Avatar
      August 3, 2020 at 13:46
      Permalink

      goblox lu anjinx, speak tu by data anjinx.
      lu kate Lukaku permintaan siape?
      jadi ngeri gue anjinx

      Reply
    • Avatar
      August 3, 2020 at 18:04
      Permalink

      lu tuh baca koran apa? koran lampu merah? lukaku itu Conte yg pilih, klo lukamu masukin aja ke bensin, trs bakar

      Reply
    • Avatar
      August 3, 2020 at 17:45
      Permalink

      Udah pada gosong, emg pada karbitan

      Reply
      • Avatar
        August 3, 2020 at 18:06
        Permalink

        Jing kmn aja loh, kacau gini tim jink 😀 kemana aja lu baru nonggol

        Reply
        • Avatar
          August 3, 2020 at 18:34
          Permalink

          Biasa ada di ember ijo

          Reply
        • Avatar
          August 3, 2020 at 20:24
          Permalink

          Gw sibuk membocorkan info internal club

          Reply
  • Avatar
    August 3, 2020 at 17:38
    Permalink

    Gue akuin musim ini Inter ada peningkatan yang signifikan. Walaupun masih nir gelar. Tapi buat tim besar yang hiatus lama kinerja Conte di musim debutnya bisa dibilang okelah.

    Cuma emang ga tau watak atau apalah, Conte dari jamannya pisah dari Juve, terus Chelsea, problemnya selalu sama: ngeritik frontal manejemen.

    Konklusi gue cuma satu: gada pelatih yang lebih besar daripada klub. Walaupun dia punya pamor dan daya tarik yang gede. So, kalo ntarnya udah ngopi bareng manajemen tapi ga nemu jalan tengahnya, win-win solutionnya ya emang kudu pisah.

    Sekian. Dan terima gaji.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *