Dua Kandidat Pengganti Conte: Allegri Favorit, Ausilio dan Zanetti Dukung Pochettino

Badai yang tercipta usai pernyataan Antonio Conte yang mengkritik manajemen Inter cukup memberi guncangan hebat. Inter bekerja untuk bisa menemukan titik temu dengan pelatih mereka tersebut, mencoba memperbaiki hubungan mereka, namun andai itu tak bisa dicapai dan berpisah menjadi satu-satunya jalan yang harus ditempuh, target utama Inter adalah untuk menemukan kembali ketenangan dan harmoni di dalam tim, mereka mencari sosok yang bisa kembali menormalkan suasana. TuttoSport menyebut ada dua kandidat utama saat ini:

“Satu sosok yang akan dengan senang hati diterima oleh manajemen Inter tak lain dan tak bukan adalah seorang Massimiliano Allegri yang juga menjadi sosok yang dipilih melanjutkan kesuksesan Conte di Juventus. Selama bersama I Bianconeri, Allegri mempersembahkan lima gelar Scudetto dan dua kali mengantarkan timnya tersebut ke final Liga Champions. Allegri saat ini masih mencari klub yang tepat untuk ia tukangi berikutnya dan tentu tak menolak kembali bekerja di Milano.

Nama kandidat kuat berikutnnya adalah ex pelatih Tottenham, Mauricio Pochettino yang menjadi nama yang selalu dipertimbangkan Piero Ausilio dan juga bersahabat baik dengan wakil presiden, Javier Zanetti.”

Source: TS

36 thoughts on “Dua Kandidat Pengganti Conte: Allegri Favorit, Ausilio dan Zanetti Dukung Pochettino

  • Avatar
    August 3, 2020 at 14:15
    Permalink

    Saat mulai kompak dan permainan tim sudah menyatu dengan skema conte, isu isu pun bermunculan …
    Ganti lagiiii molai dari awal lagiii …
    Ganti pelatih lagiii
    Rombak squad lagiii
    Beda strategi lagiii
    Kapan permainan tim jadi kompak kl gini caranya …
    Scudetto pun bakalnjadi mimpi lagii kl caranya kek gini …

    Reply
    • Avatar
      August 3, 2020 at 14:20
      Permalink

      Ada pihak yg ga suka inter mulai kompak sepertinya, semoga management inter tidak sebodoh itu main ganti pelatih lagi

      Reply
      • Avatar
        August 3, 2020 at 14:42
        Permalink

        permasalahannya bukan ada pihak yg tidak suka inter mulai kompak.. TETAPI.. conte sendiri yg tiba2 melupakan kemarahannya dan menyebut kurang didukung manajemen inter, pdhl sebenarnya kurang didukung di mana? mau Lukaku dibeliin.. ericksen dibeliin.. pingin coba sanchez dipinjamkan.. belum lg ashley young, godin, dll. klo menurut saya conte cari alasan/malu krn sudah janji/biasa lsg scudetto tp gagal.. conte itu pelatih bagus, tp dia harus bisa lebih mengontrol emosi ya, seharusnya masalah dia dgn manajemen TIDAK Perlu disampaikan ke media.. cukup internal dia dan pihak manajemen.

        saya berharap conte tetap melatih inter musim depan, krn memang di bawah conte.. inter meningkat

        Reply
        • Avatar
          August 3, 2020 at 15:14
          Permalink

          Kata siapa smua keinginannya conte d penuhi? Godin d beli pas masih zaman spaletti, erikssen d beli atas keinginan ausillio krena prtimbangan “sayang banget” klu tak d beli… Yg dah jelas keinginan conte itu vidal n dzeko, tp tak ada yg trpenuhi… Jadi manajemen inter jg sharusnya sama2 instropeksi diri, tidak cm conte

          Reply
        • Avatar
          August 3, 2020 at 18:06
          Permalink

          Kalo endingnya harus pisah. Pilihan paling logis ya Allegri. Pochettino? Good. Playing stylenya oke. Youth development juga bagus. But not good enough for win tittle dalam masa adaptasi yang singkat di liga yang berbeda.

          Inget, dulu waktu Allegri jadi suksesor Conte di Juve, doi gabanyak ngerombak tim. Cuma ngelanjutin tongkat estafet dari Conte. So, keseimbangan dan harmonisasi tim mungkin nantinya juga bakal bisa terjaga dengan baik.

          Dari kedua calon suksesornya, poin pentingnya adalah mereka bukan sosok pelatih yang banyak nuntut ke manejemen.

          Reply
        • Avatar
          August 4, 2020 at 00:25
          Permalink

          Klw masalah erickson bukan yg conte minta, yg conte minta vidal bukan ericson..
          tolong hargailah pelatih yg sudah membuat inter berada di peringkat dua

          Reply
    • Avatar
      August 3, 2020 at 19:20
      Permalink

      Hancur lagi lagi
      Udh bagus ada aja badai menerpa
      Forza inter

      Reply
  • Avatar
    August 3, 2020 at 15:29
    Permalink

    coach RD aja, biar jarang diterpa gosip

    Reply
  • Avatar
    August 3, 2020 at 15:34
    Permalink

    Seharusnya dia ga usa banding2in sama juve sih. Kl ada kritik kan langsung aja knp d luar internal malah ngmng di public

    Reply
  • Avatar
    August 3, 2020 at 15:37
    Permalink

    bungkus aja, kayak si gilang

    Reply
    • Avatar
      August 3, 2020 at 16:26
      Permalink

      aduh dek, kamu emang bungkusable banget ya, gemes deh ama jempol kaki mu, gede berbulu

      Reply
        • Avatar
          August 3, 2020 at 17:37
          Permalink

          Pedo itu k anak2, bukan nenek2…

          Reply
  • Avatar
    August 3, 2020 at 15:48
    Permalink

    Anjeenggg Tuttosport biang rusuh, sengaja Manas”in di media !!!

    Reply
  • Avatar
    August 3, 2020 at 16:23
    Permalink

    inti nya gini aja guest, ini cuma isu
    kalaupun bener ya sudah formasi 4 bek lebih berguna bagi skuad inter yg ada sekarang, sperti skriniar dan eriksen bakalan lebih maksimal

    Reply
  • Avatar
    August 3, 2020 at 17:50
    Permalink

    Saya telah membaca dan menganalisis banyak hal yang dikatakan Conte akhir-akhir ini dan agak sulit untuk mengetahui secara spesifik apa yang dia bicarakan karena dia tidak ingin terdengar terlalu jelas dan membuatnya kontroversial. Pada dasarnya dia mengatakan bahwa Inter harus lebih kuat di luar lapangan. Dia 100% benar.

    Apa yang dia maksud secara spesifik? Ya, Inter tidak punya banyak pengaruh dengan Federasi Italia, itu fakta. Apakah Anda melihat jadwal pertandingan yang mereka berikan kepada kami? Apakah Anda melihat betapa sulitnya kami beristirahat? Apakah Anda melihat keputusan buruk terhadap kami oleh wasit tanpa hukuman? Inter tidak memiliki pengaruh dengan Federasi Italia, kami tidak memiliki kekuatan apa pun yang sangat berbeda dari Juventus. Juventus mendominasi dalam hal itu dan itulah sebabnya sebagian besar mereka adalah juara. Federasi Italia melihat Inter sebagai klub yang lemah dan mereka dapat melakukan apa saja dengan kami. Kelemahan itu harus diubah oleh Zhang dan para direktur. Bahkan Simeone tidak bisa membuat kita menjadi juara jika kita tidak memperbaiki masalah itu.

    Conte menunjukkan bahwa para direktur tidak mendukungnya dan itu juga benar. Dia mengatakan dia memiliki banyak kesulitan untuk mendapatkan Lukaku, dan jika Anda berpikir tentang hal itu Lukaku tidak datang sebagai tambahan untuk tim ia datang sebagai PENGGANTIAN Icardi, kami tidak menambahkan bakat kami hanya menggantinya. Sekarang siapa yang harus disalahkan untuk itu? Ya, Inter karena mereka membiarkan Icardi dipinjamkan dan mereka membayar banyak untuk Lukaku.

    Semua ini telah dikatakan oleh Spalletti musim lalu dan masalah yang sama masih ada. Tuan-tuan, jika Inter tidak mempertahankan Conte, inter akan menjadi klub yang gagal.
    Inter akan mulai dari 0 lagi dengan Allegri dengan sistem yang sama sekali berbeda. Kami akan kembali ke 4 di belakang dan Hakimi yang sudah membeli tidak akan ada gunanya karena dia adalah wingback dalam sistem 3 di belakang.
    Jika mereka tidak mendapatkan Allegri, mereka akan mendapatkan pelatih lain yang juga akan membutuhkan waktu. Para pemain akan meluangkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem baru ini (lagi) dan kemungkinan kita tidak akan memenangkan apa pun musim depan, mereka akan memberi kita alasan adaptasi / tahun transisi. Saya 100% dengan Conte dalam semua ini.

    #copasdarigrupsebelah

    Reply
    • Avatar
      August 3, 2020 at 18:16
      Permalink

      Setelah membaca tulisan ini dengan panjang kali lebar di tambah tinggi kemudian di kurangi pendek maka dapat saya simpulkan bahwa saya bingung harus berbuat dan berkata apa

      Reply
      • Avatar
        August 3, 2020 at 19:17
        Permalink

        Gak usah bingung,lu cuma harus belajar penulisan dan bahasa Indonesia aja biar lu tau bagaimana tulisan nyonya yg bener…
        Jangan sampe jadi Yonya

        Reply
        • Avatar
          August 3, 2020 at 20:44
          Permalink

          kalo kayak gue udah benar bro?

          Reply
        • Avatar
          August 3, 2020 at 21:23
          Permalink

          Ah situ kali yg harus belajar dalam penulisan bahasa indonesia yg baik dan benar, BENAR bukan BENER, payah GAREM xixixi

          Reply
          • Avatar
            August 4, 2020 at 01:23
            Permalink

            ah tinja iri aja lu nyampah mulu fans page orang

      • Avatar
        August 3, 2020 at 19:25
        Permalink

        Kami maklum, nenek udah tua

        Reply
    • Avatar
      August 3, 2020 at 19:23
      Permalink

      ini baru namanya menganalisis, bukan skedar baca terus termakan isu trus emosi lalu keluar kata kata sumpah serapah. ada juga termakan isu media dikit2 nyalahin manajemen tanpa analisa mendalam. kebanyakan orang mencela, bukan mengkritisi atau menganalisa. tulisan diatas menandakan dia adalah orang yg cerdas, terbuka, melihat dari berbagai sisi.
      ingat ya, analisa itu bukan berarti harus benar, tapi apa yg kita pahami dan dalami, dan tertuang dalam tulisan yg mudah dimengerti

      Reply
      • Avatar
        August 3, 2020 at 21:53
        Permalink

        Tp nenek2 dr kampung sebelah gak ngerti analisisnya mas bro…

        Reply
  • Avatar
    August 3, 2020 at 18:41
    Permalink

    Tinggal nunggu dari petinggi inter buat redam isu ini..kalo ga ya brati yg dibilang si conte bener

    Reply
  • Avatar
    August 3, 2020 at 18:47
    Permalink

    Panjang Kali…..intinya kurang Loby Loby Federasi biar enak bisa milih Jadwal kayak JUPEK. Cari cara lewat jalur mana tuh JUPEK , setorannya ditambahin diatasnya JUPEK.

    Reply
    • Avatar
      August 3, 2020 at 19:11
      Permalink

      cakap apapun kau lay

      Reply
    • Avatar
      August 3, 2020 at 22:51
      Permalink

      Kalau menurut gw conte terlalu lebay. Banyak nuntut. Gasperini ajah udah sindir dia. Atalanta bukan club pesaing scudetto. Karena itu butuh duit banyak, untuk datangin pemain bintang berpengalaman, untuk loby loby federasi itali, wasit dll. Gasperani contoh yg mantap. Gak banyak nuntut. Maksimalkan yg disediakan manajemen, tingkatkan kekompakkan tim. Awalnya conte ngomong di media, posisi 2 gak penting buat dia. Itu buat pecundang. Gasperani bilang posisi 2 penting buat dia buat Atalanta. Untuk itu Atalanta bakal habis habisan di 2 laga terakhir vs parma & inter. Untung inter menang. Kalo gak menang, conte dipecundangin Gasperani.

      Reply
  • Avatar
    August 3, 2020 at 20:23
    Permalink

    Jika pilihan terburuk nya inter dan conte harus berpisah maka usulan kandidat pengganti nya gian piero gasperini supaya inter tidak mulai dari nol lagi karna pola permainan hampir mirip dengan conte dan pemain2 yg sudah terlanjur di beli tidak sia2.

    Reply
    • Avatar
      August 3, 2020 at 21:55
      Permalink

      Kayaknya gengsilah petinggi inter, kan dah prnah mecat platih ini sblumnya… Gasperininya jg mgkin masih trauma mlatih inter

      Reply
  • Avatar
    August 3, 2020 at 20:55
    Permalink

    Allegrii jauh lebih baik dari conte dari mental juara… bukti nyata sudah mengantarkan juve 2x ke final dengan skuad warisan conte. Dan membawa milan seadanya ke posisi ke 3

    conte bagus, tp tidak cukup untuk membawa inter juara italia apalagi eropa.

    Reply
  • Avatar
    August 3, 2020 at 21:10
    Permalink

    Wasit itu dr media, media itu yang membuat inter berantakan dan wasit itu pula yg bela si nyonya bangsat. Dr laga terakhir aja wasit berpelukan bilang ini laga sdh selesai dan akhir si bangsat sdh juaraaa!!! Hahahaaaa

    Reply
  • Avatar
    August 3, 2020 at 21:34
    Permalink

    disini yang paling parah peran media . omongan conte juga masalah internal klub digoreng. dan manajemen mikir adem ayem aja seolah nothing krna ngga penting .tapi itu penting buat Conte dan jg timnya . sorry klo analisa gw rada ngaco . sbg tifosi layar kaca tentu gue malu .nggaa gw baca berita inter seminggu digoreng gmna ama media .tim kalah atau seri lawan tim diatas kertas mudah dikalahin. apalagi manajemen , mereka minta tuntutan besar buat conte. tp conte nuntut banyak buat kebaikan tim sendiri lebih kompetitif. COMPLICATED !!!
    ZHANG CONTE MAROTTA mereka tau apa yang harus dilakuin . cuma satu hal MEDIA
    yang asik ngulik kepo karena mereka cari makan dari sana. dan inter aset panas buat cari berita disamping ada “penumpang gelap dalam TIM ” yaitu seseorang yg PRO ke kompetitor rival2 yg bermain dibelakang ini semua. Asumsi gue mereka bakal akur , redain segera masalah2 biar ngga digoreng media , dan cari orang dibelakang ini semua . Manajemen , pelatih bisa ganti . tapi Inter tetap inter.

    Reply
    • Avatar
      August 3, 2020 at 21:57
      Permalink

      Mgkin nenek2 yg sering mangkal d skitaran sini tahu jawabannya…

      Reply
  • Avatar
    August 3, 2020 at 22:28
    Permalink

    Media oh media, gorengan lo gosong ah.
    Lo pikir sendiri, gaji Spalletti aja masih ditanggung semusim lg. Lalu lo mau goreng Inter ngelepas Conte lg gitu??
    Hmmm…. Ini sih gorengan gosong yg dah basi, mending duitnya buat perdalam kualitas skuad…
    Buat Tuttosport_goreng napa ga sekalian lo sebut sumber bocoran lo di dalam manajemen Inter, kan makin heboh tuh gorengan lo.
    #ForzaInter
    #gorenganmedia

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *