Candreva: “Conte Perfeksionis. Lukaku Penyerang Top. Scudetto Bagi Semua Orang Saat Ini Adalah Kalahkan Virus Ini”

Sayap Inter, Antonio Candreva berbicara kepada TuttoSport mengenai pandangannya terkait pandemi virus corona yang berdampak kepada seluruh dunia, terutama Italia yang saat ini berada di posisi teratas sebagai negara dengan korban jiwa tertinggi di dunia:

“Pada kesempatan ini, saya ingin berterima kasih atas keberanian seluruh tenaga medis atas dedikasi dan pengorbanan mereka. Kami semua bersama kalian di momen sulit ini dan bangga atas apa yang mereka kerjakan. Kita bersama-sama akan bisa melewati hal ini dan akan lebih kuat dari sebelumnya.

Usai situasi ini berhasil kita lewati, saya harap kita bisa menghargai hal-hal paling sederhana dan berharap momen ini mengajarkan kita untuk lebih hati-hati dan betapa pentingnya kebersihan.”

Candreva ditanya mengenai Daniele Rugani, penggawa Juventus yang positif terinfeksi COVID 19 yang kebetulan menjadi lawan terakhir mereka sebelum kompetisi ditangguhkan…

“Tentu sedih mendengar itu, namun di saat yang bersamaan saya khawatir dengan kondisi kami, walaupun secara pribadi saya tidak bertemu langsung dengannya baik di lapangan ataupun ruang ganti.

Tentu kekhawatiran utama saya adalah andai saya terinfeksi, saya khawatir akan menularkannya ke keluarga saya. Saya akan merasa sangat bersalah andai itu terjadi. Beberapa hari awal, kekhawatiran itu ada walaupun secara mental saya tetap mencoba positif, namun tetap saja ada kekhawatiran.”

Candreva ditanya apa rasanya tak bisa bertemu dengan keluarga besarnya di Roma…

“Ini hal yang paling sulit yakni tak bisa berkunjung dan menemui Ayah saya yang juga tengah sakit selama satu tahun terakhir. Itu sungguh buruk. Saya selalu memikirkannya. Ia juga sering keluar masuk rumah sakit yang membuat dirinya lebih berisiko.”

Penerapan swakarantina yang membuatnya bisa menikmati 24 jam penuh bersama keluarga kecilnya di rumah…

“Bermain bersama putra saya selama 24 jam penuh tentu memberi kegembiraan tersendiri. Mengganti popoknya, memandikannya, memberinya makan: saya merasa semua waktu yang normalnya ‘hilang’ bersamanya bisa saya dapatkan kembali di momen ini.

Berat badan bertambah karena selalu di rumah? Saya bukan tipe orang yang berat badannya gampang naik. Hal ini tak pernah menjadi masalah bagi saya.”

Mengenai dampak yang diberikan Conte sejak menukangi Inter musim panas lalu…

“Conte sosok luar biasa. Ia adalah tipe orang yang pantang menyerah. Bahkan Anda bisa merasakan energinya dari pesan ‘selamat pagi’ yang ia kirimkan. Ia seorang yang perfeksionis.”

Ditanya kmungkinan musim kembali bergulir pada Juni atau Juli mendatang, laga yang digelar tanpa penonton dan soal siapa yang akan memenangkan Scudetto…

“Tentu itu akan jadi pengalaman baru. Mungkin tidak akan optimal mengingat panas di bulan itu dan juga usai sekian lama tak bermain, namun kita lihat saja. Tentu saya akan menghormati apapun keputusannya.

Laga tanpa pentonton? Andai penonton diperbolehkan hadir di laga kontra Juventus kemarin, atmosfer laga jelas akan berbeda. Adrenalin Anda akan lebih terpacu.

Scudetto? Masih banyak laga tersisa dan itu kenapa tak adil membicarakan ini saat ini. Saat ini Scudetto bagi semua orang adalah kita bisa menang atas virus ini.”

Sebagai penutup, Candreva memuji rekan satu timnya, Romelu Lukaku…

“Saya tak terkejut dengan musim yang ia jalani akrena dia adalah salah satu penyerang top. Saya berharap ia mencetak lebih banyak gol lagi. Target kami sebagai tim adalah memenangkan semua laga karena kami adalah Inter dan akan kembali menjadi tim yang kuat seperti sebelumnya.”

Source: TS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *