Esposito: “Menolak PSG? Itu Karena Keinginan Saya Bertahan di Inter. Karisma Conte Luar Biasa. Berlatih Dengan Tim Utama..”

Berbicara kepada La Gazzetta dello Sport, Sebastiano Esposito membahas soal persiapan pra musim yang tengah dilakukan Inter yang tentu akan sangat berkesan baginya.

Bagaimana tidak, berlatih dengan skuat utama Inter bukan hal yang terpikirkan olehnya jika mengingat musim lalu dirinya bahkan tidak dipersiapkan untuk skuat Primavera. Lebih istimewa lagi karena selama pra musim kali ini, ia selalu dipercaya bermain sebagai ujung tombak Inter dan di laga terakhir memberi assist pada gol yang dicetak Stefan Sensi, sekaligus mencatatkan namanya sebagai pemberi assist paling muda dalam sejarah International Champions Cup yakni pada usia 17 tahun dan 33 hari:

“Laga kontra Tottenham kemarin adalah laga yang positif. Kami berhasil memenangkan laga lewat babak adu penalti. Itu benar jika kemarin itu hanyalah sebuah laga persahabatan, namun penting untuk menerapkan mental pemenang, bahkan di laga-laga seperti ini.”

Satu bulan pasca berlatih bersama tim utama…

“Pertama sekali, perlu untuk diingat jika saya masih merasa sebagai pemain Primavera dan di sana saya akan kembali bermain. Namun ini adalah pengalaman yang luar biasa bermain dan berlatih bersama banyak pemain juara. Saya bisa belajar banyak dari mereka. Saya selalu mencoba untuk memberikan yang terbaik dan mendengar saran dan masukan dari pelatih.”

Tipe pelatih seperti apa Conte?

“Saya sangat terkesan dengan karisma dan kepribadiannya. Ia seorang pelatih hebat, salah satu dari tiga pelatih terbaik di dunia.”

Soal assist kepada Sensi…

“Conte selalu meminta kami para penyerang untuk berlatih beberapa pergerakan dan juga umpan. Kami terus mengasahnya selama latihan dan mencoba menerapkannya di laga yang sebenarnya. Saya senang assist yang saya berikan kepada Sensi.”

Anda juga sudah menjalani debut di Europa League musim lalu…

“Itu tahun yang luar biasa dari segi personal. Namun saya berkeinginan untuk bisa lebih baik lagi. Saya akan terus bekerja keras dari hari ke hari.”

Memperpanjang kontrak bersama Inter hingga 2022, terlepas ketertarikan dari PSG…

“Sederhana saja: saya selalu menginginkan mengenakan seragam ini sejak awal karir. Keinginan saya adalah untuk bertahan.”

Keluargamu penuh dengan para pesepakbola: kakekmu adalah pesepakbola amatir. Kemudian Ayahmu pernah bermain untuk tim junior Napoli. Kakakmu bermain untuk Chievo dan adikmu tengah berada di Inter…

“Pun begitu dengan paman saya, ia juga bermain di tim junior Napoli. Jadi benar jika keluarga Esposito begitu terikat dengan sepakbola dan ini adalah DNA kami. Kami semua tumbuh dewasa dengan keinginan untuk menjadi pesepakbola profesional.”

Hal apa yang kau ingin curi dari kakakmu?

“Tekniknya”

Dan adikmu?

“Heading.”

Terbayang dengan musim depan?

“Saya masih dalam usia di mana masih bisa bermain untuk level U18. Saya menilai akan memperkuat tim level U18 dan U19 dan tentu saya berharap bisa terus berlatih di tim utama. Itu adalah cara terbaik untuk bisa berkembang. Ini akan jadi musim yang sangat menarik dan saya harus siap untuk itu.”

Source: Gazzetta dello Sport

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *