Barella: “Saya Tolak Napoli dan Roma Karena Hanya Inginkan Inter. Uang Bukan Segalanya. Conte? ‘Gila’ Dalam Berbagai Hal”

Nicolo Barella tengah berada di Nanjing saat ini bersama tim utama Inter dalam rangkaian tour Asia sebagai persiapan tim jelang musim bergulir. Sore ini, Juventus yang akan menjadi lawan berikutnya yang akan dihadapi.

Berbicara kepada Corriere dello Sport, Barella mengungkapkan alasannya memilih Inter dan menolak Napoli serta Roma, namun memulainya dengan perasaan yang ia rasakan saat menandai debut bersama Inter pada laga kontra Manchester United akhir pekan lalu:

“Tentu saja itu perasaan yang menyenangkan. Tim ini sangat menginginkan saya dan sebaliknya, saya juga sangat menginginkan bergabung dengan Inter. Saya sudah menunggu momen ini sejak sangat lama dan akhirnya momen itu tiba dan saya bisa merasakan itu.”

Beberapa pekan awal pemusatan latihan…
“Momen persiapan tim seperti ini sangat sulit. Saya menyadari pada awalnya sangat sulit untuk bisa mengikuti kecepatan Conte.”

Apakah ini sesi latihan paling berat sepanjang karirmu?
“Mungkin sama seperti saat dilatih Zeman. Di sini, Anda berlari dengan dan tanpa bola. Secara keseluruhan ritme dan kecepatannya selalu tinggi di sini.”

Soal metode yang diterapkan Conte…
“Dia ‘gila’ dalam segala hal. Dia adalah seseorang yang tidak pernah membiarkan apapun terjadi karena kebetulan. “

Apa yang dikatakan Conte dalam kontak telepon yang kalian lakukan mencoba meyakinkanmu bergabung?
“Tidak ada yang terlalu istimewa, namun berkat pembicaraan itu saya merasa dibutuhkan. Mengetahui bahwa salah satu pelatih terbaik di dunia menghargai dan menginginkanmu, jelas adalah hal yang sangat menyenangkan. “

Januari lalu Anda menolak tawaran dari Napoli. Kala itu mereka berada di posisi kedua dan bahkan sudah ada kesepakatan antara kedua klub…
“Saya sudah punya kesepakatan yang sangat spesifik dengan Cagliari, yaitu bahwa saya akan bertahan sampai Juni dan kemudian kita akan membahas bersama tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya. Saya tahu soal ketertarikan Napoli, namun saya tidak pernah berpikir untuk hengkang di jendela transfer Januari.”

Bagaimana bisa Anda tak tertarik untuk berubah pikiran di saat tawaran besar datang dari De Laurentiis?
“Mudah saja karena saya tidak pernah memikirkan uang dalam karir saya. Bagi saya ambisi adalah yang utama, sejajar dengan apa yang menurut saya terbaik bagi saya dan juga keluarga. Baru setelahnya uang.”

Kemudian beberapa pekan lalu juga ada AS Roma yang datang dan bahkan sudah mengantongi kesepakatan dengan Cagliari. Namun akhir certa sama seperti Napoli: Anda menolak bergabung. Kenapa?
“Ada negosiasi antara Cagliari dengan Roma dan presiden Giulini mengatakan sudah ada kesepakatan dengan I Giallorossi. Namun saya dengan jelas mengatakan kepadanya: jika kesepakatan tak bisa dirampungkan dengan Inter, maka saya lebih memilih untuk bertahan di Cagliari. Saya sama sekali tak keberatan. Saya tidak terburu-buru. Beruntung setelahnya Inter dan Cagliari bisa mencapai kesepakatan.”

Masih ingat kapan keputusan untuk meninggalkan Cagliari itu mantap jadi pilihan?
“Saya tidak pernah mengatakan sangat ingin meninggalkan Cagliari. Namun ketika tawaran dari Inter datang, saya berpikir ini adalah waktu yang tepat. Saya adalah sosok yang ambisius dan tak ingin melewatkan kesempatan ini.”

Apakah perpisahan dengan Cagliari akan menjadi perpisahan selamanya atau hanya sementara?
“Saya tidak tahu. Dalam sepakbola dan dalam hidup apapun mungkin terjadi. Saya akan membiarkan pintu itu selalu terbuka.”

Bagaimana jalannya pertemuan dengan Giulini usai kesepakatan dengan Inter rampung?
“Itu suasana yang cukup canggung karena saya berasal dari Cagliari dan Giulini adalah presiden saya selama lima tahun. Namun malam itu semua gembira. Kami saling mendoakan yang terbaik satu sama lain. Saya berharap Cagliari bisa menggapai target mereka musim ini.”

Apakah Rog pemain yang tepat menggantikanmu di sana?
“Saya pernah 2-3 kali menghadapinya dan saya sangat menyukainya. Saya yakin ia bisa memberikan yang terbaik, namun penilaian tetap ada di tangan klub.”

Kelak saat menghadapi Cagliari, apakah Anda berpikir akan mendapat tepuk tangan atau justru siulan?
“Saya yakin akan ada perasaan yang aneh saat itu tiba. Saya tahu beberapa fans tak senang dengan keputusan saya untuk pergi, namun saya tidak mempermasalahkan itu, termasuk jika nantinya mendapat siulan. Saya siap menerima apapun karena saya mengerti mereka. Satu yang pasti, saya selalu memberikan segalanya untuk Cagliari karena mereka adalah klub yang saya cintai dan saya seorang profesional. Sekarang saya akan lakukan yang sama untuk Inter.”

Pesan apa yang Anda terima saat resmi bergabung dengan Inter?
“Saya menerima banyak pesan dukungan, termasuk dari Conti, Deiola dan Ceppitelli. Tentu ada beberapa pesan yang saya harapkan saya terima dari beberapa sosok, namun itu tidak terwujud, namun saya tidak ingin menyebut dari siapa.”

Jika semua bonus dalam kesepakatan tercapai: Anda akan menjadi pemain termahal dalam sejarah Inter…
“Dahulu ada banyak pemain yang banderol mereka jauh lebih besar dari saya, seperti Vieri contohnya 20 tahun lalu. Bagi saya hal ini menjadi pendorong untuk terus bisa lebih baik lagi.

Bagi saya Inter adalah pilihan utama dan ini adalah klub yang saya nilai paling ideal untuk terus berkembang.”

Anda mengatakan sebagai sosok yang ambisius. Apa target yang ingin Anda capai?
“Conte adalah seorang pemenang dan semua orang di sini ingin menang. Logikanya, kami ingin lebih baik dari musim lalu, namun ketika memiliki Conte sebagai pelatih, target Anda adalah untuk menang.”

Juventus tetap menjadi yang paling difavoritkan…
“Mereka tim hebat dan sangat terorganisir. Namun kali ini tidak akan mudah mengingat mereka juga berganti pelatih. Kami akan mencoba menempel mereka.”

Suka dengan proyek Inter yang semakin kental dengan rasa Italia?
“Ini adalah pilihan klub, jadi saya tidak bisa berkomentar. Namun lebih kental akan rasa Italia sebuah tim, itu lebih baik. Ada Stefano (Sensi), Politano, Gagliardini, Ranocchia dan D’Ambrosio. Mereka sangat membantu saya beradaptasi di sini.”

Ketika Brozovic absen, Inter akan memiliki lini tengah rasa Italia bersama Gagliardini dan Sensi…
“Brozo penting bagi tim ini dan andai ia absen, itu akan jadi kehilangan besar. Namun ketika harus berduet dengan Gagliardini dan Sensi, itu tidak ada masalah. Kami sudah mengenal satu sama lain sejak lama.”

Kenapa mengidolakan Stankovic?
“Karena saya ingin selalu bermain sepertinya di lapangan. Tak peduli apakah itu laga persahabatan atau laga resmi, Anda harus selalu memberikan kemampuan maksimal. Stankovic memiliki kemampuan tendangan jarak jauh yang sangat bagus, sebuah hal yang saya berharap bisa saya kuasai.”

Apakah benar keluargamu adalah Interisti?
“Ini adalah hal yang paling banyak dibahas orang. Beberapa sepupu dan paman saya adalah Interisti, namun Ayah saya adalah fans Cagliari. Namun sekarang ia juga tentu akan mendukung Inter.”

Kenapa memilih nomor punggung 24?
“Saya tidak tahu apakah nantinya itu akan menjadi nomor punggung yang akan saya kenakan. Saya memilih itu karena itu adalah tanggal kelahiran putri pertama saya, Rebecca. Sementara Lavinia lahir pada tanggal 18, nomor yang saya kenakan di Cagliari dan tim nasional.

Ketika di Cagliari, memilih nomor punggung 18 karena itu nomor yang diberikan preisden kepada saya yang yakin itu juga akan membawa keberuntungan. Dan dia tidak salah.”

Apa target di Serie A musim ini?
“Untuk bisa mencetak lebih banyak gol. Musim lalu saya hanya mengemas satu gol, namun lima kali tendangan saya membentur tiang gawang. Saya berharap bisa membantu Inter dalam hal permainan saya di lapangan dan juga melalui gol yag saya ciptakan.”

Anda bergabung, namun Nainggolan tak masuk dalam rencana klub…
“Bersama Radja, kami memiliki agen yang sama. Ia juga pernah bermain untuk Cagliari. Saya menyayanginya.”

Anda juga sosok yang sangat menggilai tato?
“Saya memiliki 10 tato dan yang paling penting adalah gambar istri saya bersama putri saya. Tato trofi? Masih banyak tempat di tubuh saya. Sejauh ini satu-satunya tato yang berkaitan dengan sepakbola adalah gol tendangan akrobatik bersama Italia.

Source: Corriere dello Sport

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *